"Kenapa? Kamu belum jawab.."
"Karena.."
"Kenapa harus tergagap jika alasanmu jelas Arjuna?"
"Alasanku jelas Dewi, tapi kau tak mungkin kan senang mendengarnya.."
"Ah kau selalu berpikiran seperti itu, aku DewiMu Arjuna, seperti apapun kau mengecewakanku kau tahu aku takkan bisa pergi darimu."
Arjuna bimbang. Pilihan hanya berkata yang benar atau berbohong. Diam bukan bagian dari opsi kali ini.
"Bagaimana jika aku bilang aku sudah di jodohkan oleh ibuku?"
"Baru dijodohkan bukan? Mengapa aku harus tidak senang? Sudah kubilang aku percaya kamu, Mas. Seutuhnya."
"Jika kubilang sudah tak dapat di tangguhkan?"
"Aku bisa berkata apa? Toh jika itu balasan kesungguhan cintaku, ya sudahlah, kau yang menentukan Arjuna. Selalu dirimu."
"Kau pasrah Dewi. Tidakkah kau coba mempertahankanku? Atau memperjuangkanku?"
"Ini bukan masalah pasrah tidaknya aku, Mas. Tapi kau sendiri tidak memperjuangkan cinta kita di hadapan Ibumu, untuk apa aku berusaha untuk yang orang tidak mau?"
facebook, Friday, 24 September 2010 at 22:22
No comments:
Post a Comment
Turn Your Words Become Strawberry Juice!