Sunday, December 12, 2010

Friends

Bismillahirrahmanirrahim..
Congruity, I consider that is a point to make me feel 'click' with others.
Family, Friends, others..
But now, I know.
Too much be the same are not always taking good.
Many colours more better..
It should make our life so colourful, I guess.
Friends are making some definition to always be together with, but it wasn't..
Be friend or loving had a same point for several things.
Which is; share, open, to be understanding, know each other well and last but not least 'TRUST'..
And here I am, I'm sure I will happy to be ignored by the others, as long as they'll be happy without me..
I open they to do anything, with or without
me.. As long as it can make them all happy.. Because to say love is not always to be together, I Love You, friends.. :)
But I'm sorry, I TRUST them :)

Saturday, December 11, 2010

seakan memang senang melihatku terbelit

Aku mencoba tidak mengambil pusing hal ini, tapi mereka mengingatkan.
Kucari tolong mereka, mereka diam.
Seakan tidak ada yg lebih pantas selain aku mereka menertawakan.
Air mata, susahku, gelisahku, kekhawatiranku.
Aku bukan mereka yang selalu bisa sendiri, aku butuh sandaran, walau diam setidaknya dapat membantu, bukan yang sekedar menjadi pajangan demi ketenaran.
Aku mencoba berdiri tegak, tanpa mereka tahu aku kesulitan, nyeri yang kurasa di sekitar kakiku begitu mengganggu.
Mungkin nanti, nanti sekali kalau salah satu dari kita sudah mati atau aku, baru kau sadari bahwa aku butuh, butuh sandaran.
Bukannya senang dibiarkan berbelit sendirian.

Tuesday, November 9, 2010

what should I do?

maybe go to another place is better than to stay here. here, I feel sick of life, sick of anything! sick of love, love is being kill me. Do I wrong if I do love someone then I also feel what he feels? I really wan't to go anywhere to don't feel it anymore. To be unfelt for anything he did, felt his feel. am I wrong to stay in love? am I wrong to love somebody that not loved me too? Am I?

You and I Both Lyrics

Jason Mraz - You And I Both Lyrics

Was it you who spoke the words that things would happen but not to me
Oh things are gonna happen naturally
Oh taking your advice I'm looking on the bright side
And balancing the whole thing
But often times those words get tangled up in lines
And the bright lights turn to night
Until the dawn it brings
Another day to sing about the magic that was you and me

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
And others just read of
Others only read of the love, the love that I love.

See I'm all about them words
Over numbers, unencumbered numbered words
Hundreds of pages, pages, pages for words
More words then I had ever heard and I feel so alive

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
And others just read of
And if you could see me now,
Oh love, no
You and I, you and I
Not so little you and I anymore, mmm...
And with this silence brings a moral story
More importantly evolving is the glory of a boy

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
And others just read of
And if you could see me now
Well I'm almost finally out of
I'm finally out of
Finally deedeedeedee
Well I'm almost finally, finally
Well I'm free, oh, I'm free

And it's okay if you have to go away
Oh just remember the telephone works both ways
And if I never ever hear them ring
If nothing else I'll think the bells inside
Have finally found you someone else and that's okay
Cause I'll remember everything you sang

Cause you and I both loved what you and I spoke of
and others just read of and if you could see now
well I'm almost finally out of.
I'm finally out of, finally, deedeeededede
well I'm almost finally, finally, out of words.

 

 

Sunday, October 31, 2010

Gravity Lyrics

Something always brings me back to you.
It never takes too long.
No matter what I say or do I'll still feel you
here 'til the moment I'm gone.
You hold me without touch.
You keep me without chains.
I never wanted anything so much than to
drown in your love and not feel your rain.

Set me free, leave me be. I don't want to
fall another moment into your gravity.
Here I am and I stand so tall, just the way
I'm supposed to be.
But you're on to me and all over me.
You loved me 'cause I'm fragile.
When I thought that I was strong.
But you touch me for a little while and all
my fragile strength is gone.

I live here on my knees as I try to make you
see that you're everything I think I need
here on the ground.
But you're neither friend nor foe though I
can't seem to let you go.
The one thing that I still know is that
you're keeping me down
You're on to me, on to me, and all over...
Something always brings me back to you.
It never takes too long.

Sunday, October 24, 2010

big thaaaaanks, Andri

Andri menatapku dengan aneh. Lama sebelum ia membuang pandangannya.
"Kenapa?" tanyaku.
"Hehehe.." hanya kekehnya yang kudengar.
"Eh eh, Andri!" panggilku, "Aku aneh gak sih pake rok ginian?" tanyaku padanya.
"Maksudnya?"
"Emm dulu kan aku pakai celana jeans terus, sekarang aku pake rok. Aneh gak?" kataku lagi, memperjelas.
"Gak kok, bagus. Apalagi kan pake kerudung emang bagus pake rok." jawab Andri, sepertinya tulus.
"Iya? Hehe senang banget.." kali ini aku dibuatnya terkekeh.
"Apa sih, gak jelas.." Andri menunjukku dan menertawakanku bersama Tiara. Aku masih tersenyum-senyum.

Dia menghujani hatiku

"Ini.." Arman mengulurkan tangan dengan kue tart di ujung jarinya.
"Apa?" tanya Ena memandang kue yang sekarang sudah berada di depan mulutnya.
"Mau gak?" tanya Arman lembut.
"Hm.." jawab Ena dan membuka mulutnya, memakan kue dari Arman. Memakannya dengan sedikit desiran, mengunyahnya dengan senyuman, menikmatinya dengan rasa khawatir. Ia takut jatuh cinta.

24122010

Friday, October 22, 2010

Fahri beneran

Sekali lagi. Aku melihat keluar kelas, Amira sedang berjalan menjauhi kelasku. Ya Amira! Itu namanya. Kuketahui ketika Dimas menyapanya kemarin.
***
Terhitung tiga minggu sejak kedatanganku, memperhatikannya menjadi satu hobi baruku.
***
Pertemuan pertama adalah hari pertama di sekolah ketika akan menuju ke kelas baruku. Ia ramah sekali, selalu tersenyum selama kuperhatikan. Sambil lalu ia menyapa guru yang sedang bersamaku dan memberiku sedikit senyum manisnya dan setelah sadar aku bukan salah satu temannya, rautnya berubah, penuh tanya. Sangat berkesan meski singkat, aku ikut tersenyum membayangkannya. Membayangkan senyumnya dan wajah penuh tanyanya.
***
Kelas baru. Kukira akan sekelas dengan Amira yang awalnya tak kuketahui namanya. Aku mencarinya saat aku berdiri di depan kelas untuk memperkenalkan diri.
***
Hari ini, aku melihatnya lagi. Lebih jelas dan lebih lama dan lebih berani dari yang pernah dan selalu kulakukan. Dia masuk ke kelasku dan berbicara sedikit tentang organisasi yang di bawahinya. Pandangannya menyapu seisi kelas dan melihat ke arahku yang daritadi menatapnya tanpa kedipan. Sesekali ia bercanda bersama teman-teman sekelasku yang dikenal brutal. Satu hal yang membuatku semakin kagum, ia berteman dengan siapa saja meski dari luar ia tampak seperti pribadi yang radikal.
***
Selama ini aku hanya berani memperhatikannya dari bangku kantin yang kupilih dapat mengakses secara bebas ke arahnya tanpa membuat satu pun teman baruku curiga. Aku takut mereka juga memiliki rasa yang sama terhadapnya. Bodoh berpikiran seperti itu, tapi aku sungguh benar-benar khawatir.
***
Kadang aku juga memperhatikan dari bangku kantin yang terdekat dengan mushalla. Setiap waktu shalat ia tidak pernah absen hadir di tempat itu. Semakin mempermudahku untuk memperhatikannya.
***
Beberapa hari ini, wajah Amira lesu. Mungkin lelah karena harus pulang sore terus.
***
Siang ini aku ikut shalat berjama'ah di mushallla. Ia menggunakan mukenah dengan warna yang tidak biasa. Sepertinya itu warna favoritnya.

***

Nama : Rassya Abiyoga
Status : Secret Amira'ers

Luna II

"Lu, jangan terlalu manjain adik-adikku.." ucap Tama sambil memundurkan mobil.
"Kenapa?"
"Mereka gak bisa dilembutin, sayang.
Bakalan ngelunjak!" jawab Tama lembut.
"Maksud aku baik kok. Mereka juga baik sama aku, aku sayang sama mereka."
"Hm, bukannya ngebatasin antara kamu sama mereka. Tapi....." Tama berhenti, pantulan bayangan di spion itu memaksanya melihat dengan seksama. Refleks, Tama membuka pintu mobil dan keluar. Berjalan menuju sumber bayangan tadi.
"Masih berani kesini?" tanya Tama yang hanya dibalas dengan senyuman menantang. "Woi! Budek!"
"Eh, sori jek! Gue kesini niatnya baik, bukannya mau kelai gak jelas."
"Ets, pede amat! Siapa yang mau ngajak kelai? Mendingan lo balik, gue emosian aja nih liat muka lo!" usir Tama.
"Loh? Kenapa harus gitu sih? Santai bro. Gue kesini mau ketemu adik lo, bukan cari ribut sama elo." jawab si lawan bicara tenang.
"Adik gue? Nah itu masalahnya, gue gak suka elo dekat-dekat adik gue!"
Suara itu. Dua suara itu. Dua suara yang seharusnya akrab di telinga Luna. Satunya suara Tama sudah pasti, satunya lagi? Rasa penasaran Luna membuatnya ikut turun dari mobil.
"Zona!" pekik Luna terkejut akan kehadiran mantan pacarnya disitu. Lelaki yang bernama Zona itu terlihat salah tingkah.
"Udah, lo pergi aja gih!" usir Tama sekali lagi.
"Lu, ini pacar kamu?" tanya Zona pada Luna.
"Iya. Kamu ngapain disini?" sakit hati Luna ketika menanyakannya karena Luna sedikit mendengar percakapan tadi.
"Nih, mau minjem buku adiknya." tunjuknya pada Tama. Mendengar keributan diluar, Laras dan Kara berlarian keluar.
"Zona!" Kara memanggil kekasihnya, memastikan bahwa itu memang kekasihnya. Zona menoleh.
"Eh, ini nih gak ngebolehin aku ketemu kamu." tunjuknya lagi pada Tama. Luna mengernyit, sakitnya seperti dipaksa mengingat luka yang pernah diukir Zona. Melihat ekspresi wajah Luna, miris yang dirasakan Tama. Itu satu-satunya alasan Tama teramat membenci Zona. Ia mengambil kunci mobil dan mengajak Luna masuk ke rumah bersama juga Laras di belakang mereka. Zona cinta pertama Luna.

Kemarahan Tama

Tama mendorong kasar pintu depan, diikuti Luna yang menarik-narik lengan jaket yang dikenakan Tama.

***
Terdengar suara langkah kaki, berat, setelah pintu depan membanting dinding di sebelahnya. Itu Tama. Sudah biasa bagi orang rumah, Tama memang sering begitu kalau sedang ada masalah dengan Luna. Pintu kamar Kara menjeblak terbuka. Berdiri Tama dengan Luna di belakangnya berlari kecil mengejar. Bukan Luna penyebab kemarahan Tama kali ini, tapi apa? Letak penyebab kemarahan itu sepertinya ada di kamar Kara.
"Udah, bisa diomongin baik-baik kan?"
"Gak, gak pernah ada toleransi buat orang kayak dia. Udah ya, biarin aku dulu yang ngomong.." Tama tetap bicara dengan lembut tapi menusuk.
"Dek, siapa yang ngantar kamu pulang kemarin?" interogasi Tama langsung.
"Siapa, mas? Lila?"
"Bukan, laki-laki!"
"Emm," Kara berusaha mengingatnya, "Oh!," Kara menjentikkan jari tanda ia mengingatnya.
"Siapa?" tanya Tama lagi.
"Kenapa sih? Itu urusan dedek kali mas, mas resek nih." jawab Kara sambil memainkan ponselnya.
"Mas cuma mau tau dari kamu, kamu tuh adik mas bukan? Gak mau dikasih tau yang benar ya?" Tama masih membentak. Di sebelahnya terlihat Luna mengelus-elus lengan Tama sebagai isyarat agar lebih bisa mengontrol emosinya. Tama memang tidak bisa dihalangi keinginannya, harus dituruti, seperti sekarang. Luna sudah menyarankan untuk bicara baik-baik dengan Kara. Tidak digubris.
Luna pun kesulitan mengontrol emosi Tama, ia tidak mengetahui apa penyebabnya.
"Mas gak usah sok-sokan mau ngejagain aku gitu kenapa sih?"
"Sok-sokan kamu bilang? Kamu gak pernah tau kan dia itu siapa? Mas gak suka sama dia! Kamu dengar? Mas gak suka! Titik!" volume suara Tama semakin meninggi.
"Kenapa sih jadi sok perhatian gini? Selama ini juga gak pernah, mas urusin aja tuh diri mas, perbaikin diri mas sebelum mas ngerasa lebih baik dari dia! Mas tau? Mas tuh gak pantes sama Mbak Lu!" Kara memanas, keluar dari kamarnya membawa serta ponsel bersamanya. Hening. Tama syok mendengar perkataan adiknya barusan, begitu pula Luna. Tama berbalik dan meninju pintu kamar Kara, adiknya. Meluapkan emosinya.

***

Luna menyusul Kara ke teras belakang setelah sedikit memaksa Tama untuk shalat. Kara menangis senggukan disana. Dipeluknya Kara meski awalnya Kara memberontak. Semarah-marahnya semua orang di rumah itu, tetap tidak satu pun sanggup marah kepada Luna. Sang malaikat begitu mereka menyebutnya.
"Dek, kamu gak boleh ngomong kasar sama mas kayak tadi.." Luna membuka pembicaraannya.
"Dedek gak bakal ngomong gitu Mbak, kalo mas gak mulai. Mbak juga ngerti kan kalo jadi dedek? Gimana rasanya kalo pacar kita dijelekin orang, sama kakak sendiri lagi.."
"Iya sayang, mbak ngerti, tapi itu kan mas kamu, kamu juga ngerti dia kan? Walaupun badannya besar gitu, dia kalo marah sering jadi kayak anak-anak loh.." jelas Luna sembari tertawa. Kara ikut tertawa.
"Mbak kok bisa tahan sih sama mas yang gitu? Dedek yang 15 tahun tinggal sama dia aja benci banget gini mbak.."
"Mm, mbak juga gak tau kenapa, dek. Andaikan bisa nemu alasan mbak juga pasti bangga sama mas kamu itu." tawa Luna dengan semu merah di pipinya.
"Ih, ogah. Masnya mbak aja, dedek gak mau punya mas tempramental gitu. Hihihi.." mereka berdua tertawa lepas.
"Mbak Lu!" terdengar teriakan dari dalam. Laras. Ia berlari kecil menuju teras belakang. Memeluk Luna dari belakang.
"Udah pulang sayang?" tanya Luna.
"Iya mbak. Kok Dekya nangis?" tanyanya pada Kara yang sapanya Dekya. Kependekan dari Dedek Kaya- panggilan Tama sewaktu kecil untuk Kara.
"Tadi Dekya ribut sama Mas, sayang.." jawab Luna sambil mengelus kepala Laras sayang.
"Huh, pasti Mas marah-marah gak jelas tuh.. Yayas benci sama Mas."
"Iya, Dekya juda benci Yas sama Mas. Kita bunuh aja yuk!"
ajak Kara.
"Ets, jangan dong! Nanti kalian gak punya Mas lagi, gimana?" tanya Luna.
"Gak papa ah, kan kita masih punya Mbak Lu. Ya kan, Yas?" Kara bersuara.
"Iya, Mbak tuh Mbak terbaik sedunia dunia.."
"Lu, pulang yuk! Aku sekalian mau latihan basket." ajak Tama yang tiba-tiba muncul. Merusak suasana.
"Hm, bentar ya?" bisik Luna. Tama mengangguk. "Kamu tunggu diluar dulu ya?" katanya lagi. Tama keluar.
"Tuh, liat! Emang suka ngerusak kebahagian kan?" kata Kara.
"Iya, emang dia kayak orang gila, Dekya.." sambut Laras.
"Haha.." mereka bertiga tertawa, "Mbak pulang ya sayang?" pamit Luna sambil mengecup keduanya di puncak kepala.
Keduanya membalas dengan tersenyum. Senyum tidak rela.

***t

Monday, October 18, 2010

Perempuan yang dicintai suamiku

Kiriman email dari seorang sahabat.
“ Pesan” dahsyat buat para suami (dan bcalon suami) untuk menjaga istrinya… Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya … =================
Oleh : Botefilia

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic. Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu. Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas.
Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah. Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona.
Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita. Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya, “ Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? uhh … dasar anak nakal, sini piringnya”, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan ….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun! Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya, dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?” Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha, Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku. Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya. Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan. Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart. yours, Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya. Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku. Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

********** Setahun kemudian …
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
”Mario, suamiku…. Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku … Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku ….. Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario. Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?” Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya. Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan. Istrimu, Rima ”

Di surat yang lain,
“……… Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha ……”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah ……. Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya ……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya … dipeluknya Jelita yang tersedu- sedu disampingnya. Disurat terakhir, pagi ini…“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor. Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit. Tahukah engkau suamiku, Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita, “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi …… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak ……”.
Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa. Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha, Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar …. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya? Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana- mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku ….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Sumber : Botefilia

Saturday, October 16, 2010

BADMOOD to the MAX!!

Why?
B
A
D
M
O
O
D
I felt bad! Is it down-up hormone effects?
Grrrr!
I miss the nice habit, the only way to go to the heaven :(
I don't wan't to show that I'm jealous, truly..

AKU PENGEN NINJU ORANG!

Jangan salahkan aku jutek besok di kelas,
Ayu

Friday, October 15, 2010

I know that we absolutely RIGHT!

Haha Dari judulnya nampakin egoisme banget y? Aku memang egois dan harus egois untuk yang satu ini.. Aku bilang mereka salah, padahal bukan berarti aku totally right here.. Ya cuma mau meluruskan bahwa mereka memang pada hakekatnya salah, aku juga mau cari jalan, gimana seharusnya yang benar supaya aku nda seperti mereka.. Mengecewakan.. Bukannya malah kehadiran mereka menguntungkan bagi sekitarnya, malah sebaliknya yang ada sekitar menggunjingkan mereka.. Hmm, deg2an jak nih bakal ditanya apa sama Kakak.. Semoga jak selesainya bikin aku puas.. Amin, Ayu

Thursday, October 14, 2010

:)

Lagi di pom bensin, nunggu Westi ngantri..
Akunya lagi nunggu di depan atm, udah selesai ngisi..
Tadi pas datang2 lagu Love Story yg diputar..
Tapi bukan Swift version..
Cowok yg nyanyi genrenye New Found Glory tp nda tau siapa, kata Westi sih emang NFG..

Hmm, tadi sore senangs beuts..
Hahaha
Aku ditegur dia!
Padahal cuma untuk sms nda penting bah, mungkin dianya juga nda enak ya diam2an gitu?
Trus banyaklah yang udah buat senang hari ini..
I Love today, I Love Kg
Ayu

Tuesday, October 12, 2010

I can't refuse Gods plan..

So here I am, aku telat (lagi)
Aku kecewa sama diri aku sendiri,
Aku kesal kenapa harus terlambat hari ini,
Apa karena niatku ke sekolah dari awal udah jelek?
Aku kecewaaaa, so disapointed on me..

Aku lagi ngadu sama Dudu sambil makan bubur instan dari Te Heni,
Aku nangis macam orang ape gitu,
Udah gak memang kesal dari pagi,
Di tambah telat lagi..
Tapi ya aku mgkn terlalu takut ngadepin hari ini.
Ingus dimana mana,
Aku mau jadi ayu yg kuat setelah ini, jadi ayu yg bisa dibanggain sama orang-orang terdekat aku,
Aku mau jadi ayu yg nda cengeng..
Semoga..
Aku masih ngerasa nda comfort sama Dudu,
Aku cerita dia diam-diam jak..
Ayu

Monday, October 11, 2010

I don't wan't it end :')

Well, it's October 11th 2010..
And I'm so really badmood..
A big WHY?
I hate too fast to face tomorrow.. :'(
I hate it so much!
I have cry now..
Tadi ak ngejutekkin dy..
Am I wrong?
Yes I'm wrong..
I know that I'm wrong :'(
Huaaaahuhuhuhu
It's first experience to be like this..
My prediction I can't be strong actually..
Huhu

Tadi pas pray rest di selingan additional lesson aku sama Arfi ke pet shop..
Bought a nice turtle and named Narataraparapara bt we can call it "Dudu".. :)
Senaaaaang sekali :')
Tadi aku juga liatin Dudu ke dia, trus kayak biasa deh disumpahin mati sama dia..
Jahat!
Trus dia bilang aku sombong, I've not reply for him in yahoo messenger..
Padahal tadi malam aku nunggu dia say hi first, eh taunya emang iya tapi akunya gak sadar..
Gak nyesel sih, kan masih ada malam ini.. :')
Tapi aku nda mau besoooook :')
Boleh gak skip aja langsung tanggal 13?
Tolong..
Atau aku nangis besok?
Aku badmood besok?
Aku gak dengerin guru besok?
Aku gak makan bubur besok?
Aku dengerin headset mulu besok?
Aku gambar-gambar terus ya di binder?
Pokoknya aku mau jadi orang resek sedunia kalo besok gak di skip!
Thanks
Ayu

Sunday, October 10, 2010

I R I S lyrics

And I'd give up forever to touch you,
Cause I know that you feel me somehow.
You're the closest to heaven that I'll ever
be,
And I don't want to go home right now.
And all I can taste is this moment,
And all I can breathe is your life,
And sooner or later it's over,
I just don't want to miss you tonight.
And I don't want the world to see me,
Cause I don't think that they'd understand.
When everything's made to be broken,
I just want you to know who I am.
And you cant fight the tears that ain't
coming,
Or the moment of the truth in your lies.
When everything feels like the movies,
Yeah you bleed just to know you're alive.
And I don't want the world to see me,
'Cause I don't think that they'd understand.
When everything's made to be broken,
I just want you to know who I am.
And I don't want the world to see me,
Cause I don't think that they'd understand.
When everything's made to be broken,
I just want you to know who I am.
And I don't want the world to see me,
Cause I dont think that they'd understand.
When everything's made to be broken,
I just want you to know who I am.
I just want you to know who I am.
I just want you to know who I am.
I just want you to know who I am.

Ayu,
Iris Lyric

Activity was Finished

Hm, after a little tired for yesterday and today, i felt sooooo galau!
why?
hm smtime I wnna talk about seniority in my little big organization..
We-me and mine friends-have some idea to make it back nice..
Truly never have thinks bad for this in the future, to make it broke, to make it nothing more..
We always try to be good senior to our juniors but high seniors always ask us to press them, arggh! I never think with anger they will be able to their living..
Brrr..
Geram deh kdg sm senior yg begitu, bt I also can't promise if I be the seniors should I do better than them or more worst? Idk.

after P
Ayu,

Rasa sayangku dikhianati

arghh aku tulus boi
apa salahku apa salah ibuku?
*loooh jadi nyanyi mbaaak?
Hahaha

ntah lah, cobe ikhlas yak..
evrythings gonna be allrite bah ye?
aku harus yakin!
aku kan ga pernah maksud buat jahat..
aseeeekkk!

tetehsygsmkalian,
Ayu

Saturday, October 9, 2010

still with my anger

I'm at school now.
It's about half past ten..
Papa told me to join them, and never told to don't..
Arggh!
I went to school at half past eight..
kuesaaal!
I'm waiting for papa picking up :)

Nice,
Ayu

kesal dg papa

Today, this night actually there's an activity at school.
Papa don't give his permission for me to allow.

Then malemnya, papa pamit wanna go out..
Then ask when i have to go out?
Go where?
To school he answered..
Oh my .......
Why don't you tell me early??
Actually, he just don't allow me to make a bed there, if just come and be there.. Please..
Arggghh!

What Friend Are For?

"Yu, jangan dimanjain benar bah. Dia nda bakal pernah ngerti sama kondisinya kalau dia tahu selalu ada kau untuk belain dia! Malah ngeyel mulu ntar kalau dibilangin. Ngerasa ada yang ngelindungin."

Rasanya akrab dengan kata-kata ini.


Well, i have confuse here.
I have friend that will not able to make friends with the others.
Rarely.
Ya, he is kind, joy, and humourist to make the others laugh bt, he never know that he is too childish to face another.
Yeah I know i don't understand him very well, but smtimes he got a good good assigments to follow, bt ya like i told before, he like to show his child side..
That's what another hate for,
Basically he is nice guy for me..
Hehe
I wanna help, bt I can't..
Here I don't have to much access to come in to this problem..
It's his problem with his classmate, almost all of them hate him.
Which i have heard, he too fast to got angry..
You know smtimes we jokes with the others when we got bored, it's happened when they are joked.
He laughed for everything, he laughed for everybody bt he never accepted when everybody laughed for him..
It's a weird!
He never accept that he maybe as bad as people around him.
He felt that he is most perfect than others.
Arggggh! How to be a good friend to friend like this?
I'm getting mad!
Truly he's mad then I mad after.

People is for adaptation, but for him i'm for adaptation..
He never understand what people feel, he just make his ownself in important.

Wish Allah give hidayah for him, then make him as lovable person like me hahaha
Aminn

Dewasa itu pasti hanya masalah waktunya.
You will delay it, but time will not.
Semoga dia cepat dewasa dan segera menyesuaikan dengan umurnya. Amin.

Stranger

Yup.
I do never know about him if the others not told me.

Which I know he like to look at me..
When I thru in front of his classroom,
When i have to pray,
When i have laugh with my friends,
And not means i'm confident enough to tell this,
I felt that he glad to see it all, me and mine..

But, until now..
He never ask me to introduce ourself both..
Ya maybe he got wrong perception about,
smtimes I looked radical outside haha
Not brave enough maybe
We never know
And I don't wanna know..

I also don't wan't to know him more,
I'm too lazy to begin and back to bad..
You should be know what I talking about, if not now ya maybe later :D

Sincerely,
Ayu

no title for today.

hm, i was late to go to school again today.
just have no prepared for biology test and woke up late, im happy to being late :')

bt now now, i miss my mama..
flashback to a few days ago,
i envy with my classmate..
her mom came and almost got into our classroom, give the lunchbox to her..
argggh!
coba ak punya mama disini, my friends must be envy too with me..
but i have not, nanti if mama were here aku mau minta anterin lunchbox aku even itu just a day.
biarin..
most important is to not being envy with her anymore haha

hm, bawaan hormon kali nih ya?
dikit-dikit nangis, Idk why..
maybe October made to be a cry place for me (?)
fool reason, there's no good another ha?
hmm, ak sering ngeluh lately..
smtg about tired, sleepy, pusing arrgh almost at all i felt since additional lesson after school.
i'm getting mad!
maybe this is called stress.
i getting frustated with it all,
posting gajelas at twitter, facebook and many others..
aku mulai gilaaaa-

Friday, October 8, 2010

i have dreamed you jealous on me

last nite rio called me from his desk,
he ask for where's my phone.
i saw at my phone, there was one new message..
he text me..
he told me would i use to be love him?
he gave me time to try..
then i look back, see to him..
his deskmate, kul, guy i have loved look at me silently, his eyes told me to dont, but i realize that he also not give almost of his heart..
rio text me again then moved into back desk of mine..
i can't felt freely with it..
i woke up, i laugh..

have a good personality was very good

I wanna be at all.. I wnna make it al mine!

Tuesday, September 21, 2010

what a title

ey ini postingan yg ke 21 :)
mau nulis apa ya?
aku masih ngerasa sakit (nda sehat) nih akhir2 ini..
pengen ke sekolah minta jemput sapaaa gitu, tapi papa pasti marah2 kalo aku gak bawa motor pret benar
tadi aku nakal, aku makan kerupuk basah beserta sambal di rumah merry sm arfi..
abis nda tahan lagi dah aku ngiler
sampai di rmh aku kenyang,
rupanya ppa udah ngebuatin bubur aku jadi nda enak
tapi ya sampai sekarang aku belum ada makan apa2
hari ini jak aku sama sekali belum makan di rumah, sok sehat banget ya?
semoga aja sih akunya gapapa..
amin :)

Sunday, September 19, 2010

idk

hm, it's still on holy day eid mubarak.. this is 9th's day.. my friend had came to my house.. he's a boy, ex of mine exactly.. he was on good looking with his style even he looks fat than before.. haaha we talk, shares our story to each others.. i do confuse what i want to tell, hmmm later i edit this no promise..

Friday, June 25, 2010

*D**

TERUS KALO AKU MASIH GINI GINI AJA?

Thursday, May 27, 2010

tadi pagi :)

Malemnya ak uda janjian m dy buat minjem kalkulatornya untuk ulangan kimia jam 3-4 pelajaran. Pagi-pagi ak langsung ke kelasnya, mau ngambil tuh barang..Eh, ternyata dia juga baru datang dan kita berjalan dengan arah yang berlawanan. Begitu nyadar ada aku dia langsung senyum. *Ih, seneng deh pagi-pagi udah dapet senyumannya!* Aku langsung memeberi isyarat meminta barang itu sama dia, dia pun tanggap dan geluarin barang itu dari tasnya. Tanpa bilang makasih aku langsung ngacir.. Ada Tiara soalnya, jadi susah kalau mau ngomong yang rahasia-rahasia :P

Jam 1-2 pelajaran dipake untuk kerja bakti.

Dua jam setelahnya, seharusnya ulangan kimia tapi gurunya belum datang. Padahal ndak biasa - biasanya tuh beliau datang telat. Jam udah nunjukin pukul 09:00, dahla dipastikan nda jadi ulangan. Soalnya memang nda mungkin, soal kimia tu kan banyaknye nak mampos..
Eh, abis jam istirahat ibunya masuk.. Beliau bilang kita ulangan materi ini nanti, setelah pelaksanaan ulangan umum. What the dragon?

Pergantian jam pelajaran.
Aku ke kelasnya buat ngebalikin kalkulator yg akhirnya gak ak pake. Buru-buru amat sih? Soalnya dia kan juga mau make.. Dia juga ulangan kimia setelah kelas aku. Ngemeng ngemeng bentar, abis tu aku langsung ngacir pas ibu datang..

Di kelas..
Pelajaran Seni Budaya = Jam kosong.
Aku tidur di meja belajarku, sampe beliur-liur. Hahahaa

Wednesday, May 26, 2010

aku tak mau sendiri

Sejak Ia pergi dari hidupku ku merasa sepi dia tinggalkan ku sendiri tanpa satu yang pasti * aku tak tau harus bagaimana aku merasa tiada berkawan selain dirimu selain cintamu Kirim aku malaikatmu biar jadi kawan hidupku dan tunjukan jalan yang memang kau pilihkan untukku Kirim aku malaikatmu karena ku sepi berada di sini dan di dunia ini aku tak mau sendiri tanpa terasa aku teteskan air mata ini yang tiada berhenti mengiringi kisah di hati

masih

ya, masih! masih merasa sendiri.. masih merasa tidak berteman.. masih merasa kesepian.. masih merasa kehilangan.. masih merasa bodoh.. masih merasa tolol.. masih merasa gila.. masih merasa buta.. dan itu semua jarang membuat ak merasa beautiful enough as usually exactly! tp kdg merasa kuat, berbarengan dg tangisan.. merasa hebat, tertawa dalam tangisan.. ngerasa spesial, di kasi cobaan gini sm Tuhan.. Tuhan syg ak, makanya Tuhan giniin ak.. :) ak kdang sk tersentak kalo dgr lagu2 mellow yg seringnya menggambarkan kisah ak.. kisah cinta ak.. Forever and Always - Taylor Swift and flashback when we said forever and always antara mau nangis sm ketawa pas ngedengerinnya :')

tugas TIK

ak nulis ini pas lagi pelajaran TIK di sekolah. mm, mungkin nanya ya knapa bs posting saat jam pelajaran? hahha~ simple. gurunya bilang, kita disuruh ngerjain tugas.. mau tau apa tugasnya? beliau bilang; 1)Jangan ribut 2)Keluar dari Labkomp jam 10 teng! 3)Kerjakan! pd "dong" nda sih maksud dy apa? anak-anak dikelas jg ada beberapa yg gak nyambung. jd maksud beliau, kita sekarang jam bebas. haha :D tp kok agak tolol ya cara penyampaian beliau? karna org perkomputweran kali ya? jd terbiasa dg logika? lah kami? mesti mencerna dua atau tiga kali baru ngerti. hahha. tp ya gpp lah, itung-itung refresh abis ulangan biologi td pagi. Ulangan biologi. ak belajar gak semati matian usually sih, cm ya ak paham sm materinya, trus ak jg punya beberapa sumber pembelajaran, jd ya lumayan PD lah pas dtg ke sekolah. The most amaze, Bu Dwi nyuruh anak-anak yg bernomor absen 1 s.d 16 untuk tetap dikelas, sedangkan selain itu keluar. Beruntungnya ak bernomor absen 21. hahaha. makin optimis ak buat Bab Ekresi ini! Diluar kita lesehan di teras kelas, ngulang-ngulang materi, tukar-tukaran ilmu.l anak-anak tuh pd baik bgt yee.. secara kompak getooo. hahaha. yg di dlm pd senyaaaaaaaaaaaap ngerjain tuh soal, dengar-dengar dari Tan n Sood yg ngintip sih soalnya isian. *dohh* makin la belajar, Anuria, Uremia, Nefritis, Sistisis, ntah apelagi tuhh, udah hapal! hahaha. maken PD lah ni.. *tengtong* bel pergantian pelajaran.. yg di dalam pd pasrah ngumpulkan lembar soal dan jawaban, ntah dalam artian benar-benar "pasrah" atau "pura-pura pasrah". soalnya ya biasalah, biasanya ada sisi-mm-munafik dalam diri kita supaya dapat simpati dari orang kalo kita bilang kita gak bisa ngerjain soal.. what a stupid! ak dan teman-teman lain masuk ke kelas, ngerobek kertas buat lembar jawaban, cari tempat yg PeWe buat ngerjain tuh soal. duduknya sendiri-sendiri, gak boleh duaan.. soalnya? hahha diluar dugaan. ak kira isian atau pilihan ganda kyk biasanya, ternyata.. essay! 5 soal! dahla ni, sekarang pd deg-degan setelah melewati biologi td. untung bapak TIK baik hati.. :)

Saturday, May 1, 2010

DEWA-DEWI Mitologi Yunani (12 Dewa-Dewi Utama Gunung Olympus )

1. Dewa Zeus Zeus adalah Dewa Pemimpin yang bertahta di Olympus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera ya ng menjadi Dewi Penikahan. Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian. Dari tahtanya di Gunung Olympia, Zeus mengatur dewa dan manusia dan menjaga alam semesta agar tetap tertib dan adil. Dengan senjata petir ditangannya, senjata yang paling ditakuti dibumi dan dikahyangan. Saat Troya genting, dewa-dewa lain memilih pahlawannya diantara prajurit tapi Zeus menolah berpihak. Ia menggunakan timbangan emasnya untuk menyeimbangkan takdir pahlawan-pahlawan Troya Dewa segala dewa ini sama sekali bukan teladan kebajikan. Suami yang paling tidak setia, mengejar dewi-dewi, meninggalkan jejak kecurangan, kesedihan dan kekerasan di masa lampau. Dari perayaan internasional Olimpiade, kuil yang menakjubkan dan monumen untuk menghormatinya, legenda Zeus tetap kuat sebagaimana dewa itu sendiri.

2. Dewi Hera Hera dikenal sebagai istri dan saudara dari Zeus. Hra adalah dewi pernikahan. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk silinder tinggi), yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi-dewi besar. Keturunan Hera dengan Zeus antara lain, Ares, Hebe (dewi kaum muda), Eris (dewi perselisihan), dan Eileithyia (dewi kelahiran). Karena Hera cemburu dengan Zeus yang melahirkan anak dengan Athena, maka Hera juga melahirkan anak dengan Hephaestus. Sedangkan versi lain mengatakan bahwa Hephaestus adalah anak dari Hera dan Zeus, dan karena Hera dan Zeus merasa jijik dengan Hephaestus yang buruk rupa, maka ia dibuang dari gunung Olympus. Sebagai pembalasan dendam, Hephaestus mengutuk Hera, dan baru melepaskan kutukannya itu, ketika ia telah menikahi Afrodit (bahasa Inggris: Aphrodite). Sebagai saudari sekaligus istri Zeus, Hera adalah ratu dikahyangan dan menjadi sumber keirian dan kecemburuan bagi dewi lain di Gunung Olympia. Dia cantik dan juga licik. Hera adalah pelindung yang waspada bagi wanita yang sudah menikah karena ia sangat mengerti kepedihan pahit akibat ketidaksetiaan. Dan meskipun ia sangat sopan, ia sering mendendam pada mereka yang menghalangi niatnya. Karena Paris memutuskan dewi Aphrodite lebih cantik darinya, ia menjadi musuh besar bagi Troya yang tanpa ampun menggunakan kekuatannya bagi prajurit Yunani hingga Troya luluh lantak. Legenda Hera mengungkapkan arti pepatah: “Amarah neraka tak seberapa panas dibandingkan amarah wanita yang terhina”.

3. Dewi Athena Athena, dewi kerajinan tangan, keterampilan rumah tangga dan perang. Sebagai dewi perang ia membanggakan kepandaian dewatanya dan kekuatannya yang luar biasa. Menurut legenda, ia muncul dalam keadaan dewasa lengkap dengan baju baja, sebagai anak Zeus. Dari semua anaknya, Zeus memilih Athena sebagai pembawa tameng dan halilintar. Musuh yang dhsyat bagi Troya, ia berperang di pihak prajurit Yunani dan dikisahkan ia berduka atas kematian Achilles. Tapi saat Troya jatuh dan Yunani mencemari kuilnya, ia menuntut balas. Dia meminta Poseidon menurunkan badai yang mengacaukan pulangnya kapal-kapal Yunani. Penuh keberanian di medan perang, ia juga paham nilai utama perdamaian dan dikenal sebagai pelindung dan keterampilan dalam rumah tangga. Tak seperti lainnya yang lebih suka menyebut alam sebagai rumahnya, Athena sangat menyukai kota. Kota favoritnya adalah Athena, seperti namanya, dan dimana kuilnya, Parthenon, masih berdiri sebagai salah satu keajaiban dunia.

4. Dewa Apollo Apollo adalah Dewa cahaya, musik, pepanah, pengobatan, dan penyair dalam Mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto dan saudara kembar Artemis. Ramalan Orakel Delphi menunjukkan bahwa Apollo adalah salah satu dewa terpenting di Olimpus. Apollo, Dewa nubuatan, musik dan penyembuhan, memberikan kebijaksanaan sebagai perantara antara dewa dan manusia. Dengan kepandaian yang tinggi, bagai anak panah yang lepas dari busurnya, dikisahkan dia adalah dewa pertama yang mengajar manusia seni pengobatan dan penyembuhan termasuk lewat musik. Ia dianggap membantu manusia mencapai potensi sepenuhnya dengan anugerah pencerahannya. Selama perang Troya, dipercaya bahwa Apollo berpihak dan menolong prajurit Hector di medan laga. Saat genting, ia lepaskan anak panah berapi ke orang-orang Yunani dari kereta perangnya di langit. Berabad-abad kemudian, ketika manusia menjelajahi angkasa dengan tepat mereka menamakan misi ke bulan: Apollo, nama dewa yang mengilhami manusia untuk mencapai angkasa.

5. Dewa Poseidon Poseidon dikenal sebagai dewa penguasa laut. Dengan air lebih dari 70 persen menutupi permukaan bu mi adalah wajar apabila ditunjuk seorang dewa yang bertugas mengatur laut dan semua keajaibannya. Poseidon-lah yang bertugas untuk itu. Seperti laut yang temperamental, ia mengatur daerah kekuasaannya jauh dibawah permukaannya. Selama perang, Poseidon memihak Yunani, kaum pelaut. Tapi saat berlayar pulang, karena sombong atas kemenangan mereka, Poseidon menurunkan badai dan memporak-porandakan armada mereka. Apakah melalui hembusan angin lembut maupun ombak ganas, Poseidon dengan trisula ditangan masih berbicara pada kita saat ini, sebuah kekuatan yang sama abadinya dengan gelombang pasang.

6. Dewi Artemis Artemis merupakan putri dari Zeus dan Leto, serta saudara kembar Apollo. Artemis merupakan dewi hutan dan perbukitan, digambarkan selalu membawa busur dan anak panah. Rusa dan pohon siprus dikeramatkan baginya. Artemis, Dewi berburu. Sama liarnya dengan alam itu sendiri. Merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindung kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi yang liar. Saudari kembar Apollo ini terampil dalam memanah melebihi semua dewa di Gunung Olympia. Ia selalu membawa busur perak dan anak panahnya. Ia memihak Troya saat perang berlangsung. Ia turunkan angin utara yang dahsyat yang menghambat mereka untuk berlayar ke Troya. Baru setelah Yunani mengorbankan putri sulung Agamemnon bagi Artemis angin tersebut mereda. Kini peninggalan Artemis terlihat pada wanita yang menentang tradisi dan menjalani hidup yang lebih individual dan bebas. Secara samar diceritakan, bahwa ia masih berdiam di hutan.

7. Dewi Aphrodite Aphrodite adalah Dewi Cinta dan Kecantikan dalam mitologi Yunani. Dalam legenda Romawi disebut sebagai Venus. Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Aphrodite. Legenda pertama menyebutkan Aphrodite adalah putri dari Zeus dan Dione. Tetapi legenda ini kurang populer. Legenda kedua menyebutkan bahwa Aphrodite lahir dari alat kelamin Uranus sang Titan yang dikebiri oleh Cronus. Aphrodite, dewi asmara dan kecantikan. Aphrodite yang sangat menarik, menggoda dewa dan manusia dengan kecantikannya yang menghipnotis. Ada yang mengatakan ia anak Zeus. Kisah lain, ia bangkit dari gelombang samudera terbentuk secara sempurna dan luar biasa menarik. Kecantikannya begitu mendebarkan dan membuat iri semua dewi lain di Gunung olympia. Dikisah Paris menentukan ia sebagai yang tercantik diantara semua dewi dan menghadiahkan padanya apel emas. Sebagai balasannya, Aphrodite memberikan Helen, wanita tercantik dibumi. Tapi tindakannya membangkitkan amarah Menelaus, Raja Sparta. Itulah penyebab terjadinya Perang Troya. Aphrodite berpihak pada Troya dan setelah kekalahan mereka, dengan kekuatannya ia melindungi Aeneas, parajurit Troya. Dengan tawanya yang memikat dan kecantikan yang tak tertandingi ia bisa merayu dewa atau manusia manapun yang begitu ia dambakan. Dan dalam cinta segitiga, ia nikahi Hephaestus, dewa Gunung Olympia yang paling bersahaja. Sementara ia terus berselingkuh dengan Ares, dewa yang paling brutal. Aphrodite: sensual, misterius, perayu yang berbahaya ini telah salah satu sifat mendasar dari wanita sepanjang zaman.

8. Dewa Hephaestus Di atas gunung Olympia, semua dewa lain berparas tampan. Kecuali Hephaestus yang digambarkan buruk rupa. Menurut legenda, karena ada perselisihan, Zeus melemparkan Hephaestus ke bumi dan membuat kakinya menjadi pincang selamanya. Apapun kekurangan yang ada dalam dirinya, ditutupi Hephaestus dengan kekuatan yang luar biasa. Dan meski ia cacat, atau mungkin justru karena itu ia ahli menciptakan objek-objek yang sangat indah. Dari bengkel kerjanya jauh di dalam bumi, penguasa api dan tempaan ini menciptakan istana, makam dan baju dewa-dewi, seperti: halilintar Zeus dan baju baja Athena. Dalam perang Troya, ia juga menciptakan baju baja baru bagi Achilles. Tapi pengabdian sebenarnya tidak terwujud dalam perang tapi perdamaian, sebab ia juga dewa pelindung bagi seniman dan pengrajin. Hephaetus yang baik hati telah melimpahkan keindahan dan keahliannya pada umat manusia. Watak lemah lembutnya nampak dalam detil desain artistik dan pertasi manusia yang besar terhadap seni.

9. Dewa Hermes Hermes adalah salah satu dewa dalam mitologi Yunani, yang dianggap sebagai dewa keberuntungan, dewa pelindung bagi kaum pedagang, dan juga dewa pengirim berita. Dalam mitologi Romawi, ia disebut juga sebagai Mercurius. Hermes adalah dewa yang selalu bergerak. Terompah bersayap dengan tongkat perlindungan ditangannya, ia paling dikenal sebagai utusan Zeus dan pelin dung para pengelana. Sesuai dengan itu, ia juga dewa pencuri dan perniagaan. Dikisahkan pada masa kecilnya ia mencuri kawanan ternak Apollo kemudian membuat harpa dari rumah kura-kura sebagai permohonan maafnya. Dikisahkan ia menolong Odysseus saat pulang dari Troya, dan sejak itu ia dihargai sebagai penolong para pengelana. Terkenal karena kekuatan fisiknya, ia juga dikenal sebagai pencipta olahraga balap lari karena ia selalu berlari cepat untuk menyampaikan pesan para dewa. Sebagai pembawa keberuntungan dan kemakmuran, Hermes lebih sering muncul dalam mitos dibandingkan dewa-dewa lain sehingga membuatnya paling disukai selain dewa lain di Gunung Olympia.

10. Dewa Ares Ares merupakan dewa perang dalam mitologi Yunani. Dalam mitologi Romawi ia dikenal dengan nama dewa Mars. Ia memiliki 2 pengawal yaitu Phobos dan Deimos. Nama Mars menjadi salah satu planet yang dekat bumi dan memiliki 2 bulan, yang dinamai sesuai nama pengawalnya: Phobos dan Deimos. Nama bulan Maret merupakan persembahan baginya. Dengan nafsu untuk menghancurkan secara bengis dan kejam pada legendanya, merupakan cerminan sifat manusia yang paling buruk. Ia menjelajahi bumi menebar kehancuran dan kekejaman hingga nyanyian ratapan korbannya membahana di langit. Dalam perang Troya, dengan kekuatannya ia membantu prajurit Troya, Hector. Tapi Ares bukanlah pahlawan, ia tidak lebih merupakan pengecut yang lari dari medan laga saat terluka. Bahkan tangisnya terdengar di Gunung Olympia. Kini, berabad-abad setelah kejatuhan Troya, Ares masih menebarkan bayang-bayangnya diseluruh dunia. Nafsunya akan kehancuran dan kepedihan bergema di sepanjang zaman.

11. Dewi Demeter Demeter dalam mitologi Yunani merupakan sebutan untuk dewi kesuburan. Konon, Demeter merupakan putri dari Kronos dan Rhea yang sewaktu bayi sempat ditelan bulat-bulat oleh Kronos karena sifat paranoid ayahnya. Keunikan dari Demeter adalah kecintaannya dalam mengajari manusia bercocok tanam sehingga manusia meninggalkan cara hidup berburu dan meramunya menjadi bercocok tanam. Di rambut Demeter terdapat jalinan dari bulir-bulir padi yang menunjukkan identitasnya sebagai dewi kesuburan. Demeter memiliki seorang anak bernama Persefone yang menjadi istri dari Hades. Konon, kisah Persefone ini merupakan asal mula timbulnya empat musim. Saat Persefone pergi bersama Hades di mana tidak terdapat sinar matahari, saat itulah terjadinya musim dingin. Dan ketika Persefone pergi bertemu Demeter sekali setahun, saat itulah tiba musim semi. Demeter, Dewi Pertanian dan Kesuburan dianggap yang pertama mengajar manusia menggarap tanah dan memanen. Diberkahi kuasa mendatangkan kemakmuran dan kelaparan bagi manusia. Dikisahkan ia mempunyai kemampuan mengontrol musim dan merubah permukaan alam. Kini, lahan pertanian tumbuh subur di atas tanah dimana dipercaya perang Troya terjadi. Mungkin bukti kekuasaan Demeter untuk melahirkan kehidupan baru bahkan dibekas daerah perang legendaris dimana terjadinya pertempuran yang gagah berani.

12 . Dewa Dionysus Dionysus atau Dionysos atau dikenal di atas gunung sebagai Bacchus dalam mitologi Yunani dan Romawi adalah dewa anggur (arak) dan selalu diasosiasikan sebagai dewa pesta. Satu-satunya dewa yang memiliki orang tua manusia adalah Dionysus. Anugerah ajaibnya, air suling buah anggur adalah pembawa kegembiraan maupun penyebab kegilaan. Ciptaannya yang memabukkan itu bisa membuat heboh peminumnya dan juga menyulut kekacauan akibat mabuk. Pada masa kuno, pemujanya berkumpul di hutan dan menari untuk menghormatinya dan minum hingga mabuk. Prajurit Troya ingin terbebas dari kegelisahan dengan ramuan mujarabnya. Sungguh, itulah kenyataannya sepanjang zaman sampai saat ini. Tapi Dionysus juga dikenal sebagai dewa teater dan beberapa puisi kuno terbesar dipersembahkan baginya. Dan semua yang terlibat, mulai dari penulis, aktor dan penyanyi, dianggap sebagai pelayannya. Jadi lain kali kalau anda minum anggur, bersulanglah untuk Dionysus. Tapi ingatlah garis tipis antara BERKAT dan KEHANCURAN yang terdapat dalam kenikmatan anggur tersebut.

http://rahmatche.wordpress.com/2009/11/09/dewa-dewi-mitologi-yunani/

Mm, ntah knp aku suka segala hal yg berbau-mm, just say it-mitos. Dari kecil. Menganggap cerita tentang kehadiran Dewa itu menarik tapi bukan untuk dipercaya. Favorit aku sih Athena-lah, digambarkan sebagai dewi perang yg lincah dan pintar.*wah, aku banget!* Alasan lain sih, hanya karena biasa Athena digambarkan dengan busur di tangannya. Merasa pas aja sih, bcause I'm Sagittarius.

Thursday, April 29, 2010

Selamat malam,
Sepertinya saya mulai berniat menjadikan halaman ini sebagai jurnal pribadi saya.
Hahaha

Hari ini, Kamis 29 April 2010
Bangun dengan perasaan yg sangat senang, yah walaupun agak sedikit pusing.
Hari ini band yg bernama MACHYNE yg terbentuk semenjak masa SMP menginjakkan kaki ke tahun ketiga.
Belom2 mandi aku udah ngsmsin teman2 personel band.
Isinya,

"happy MACHYNE 3rd birthday!! :D"

Simpel, tp yah semoga bermakna..
Satu2 mereka membalas pesan itu dan mengucap balik..
Ada juga yg usul buat celebrate this anniversarry..
Whua! Semangat kalo uda gini nih. Biasanya bakalan karokean sampe serak karna kami semua punya impian terpendam; "jadi VOKALIS" Hahha

selesai mandi sekitar jam o6:2o.
langsung kemas-kemas, pakai baju, nunggu papa mandi, jam o6:5o turun dari rumah.
nyampe ke sekolah ketemu Tiara, dy nanya,
"Bawa ndak?"
"Bawa!"jawabku. Kami masuk ke kelas.
Langsung bongkar jualannya si Anto, lapar!!
Pas buka, hmmmmm, aroma risoles dan bakwan menyeruak masuk ke hidungku, sluurp!
Setelah 4 kue itu lenyap terrtelan, belum lama Bu Endang, Guru Sejarah datang.
Cuap cuap sebentar, ngasih tugas dan pergi setelahnya. Ada urusan yg harus dikerjakan karena pejabat pendidikan akan menggunakan sekolah kami untuk rapat, katanya. Karena pagi itu aku merasa senang, jadilah aku dengan semangat mengerjakan soal dari Ibu. Teman teman yg lain? Wah, jangan tanya, mereka milih untuk ngumpulin minggu depan, karena kebetulan tugasnya juga lumayan banyak.Ternyata, *jeng jeng* memang banyak! Satu lembar kertas buku tulis panjang untuk satu nomor! Waaaaaaah!! Sampai nomor kedua, jari jari kanan saya minta istirahat. Andaikan bisa menulis pakai tangan kiri*wondering*

Gak sabar nunggu istirahat! Mau buruan ke IPS 1, kelas Westi.
Teng teng!
Bel!
Aku setengah berlari keluar kelas. Oiya, Tiara tadi keluar sebentar, ikut gladi resik di Kantor Gubernur untuk Upacara Hardiknas. Jadi nanti dia nyusul aku sama Westi. Datang datang aku ke kelas Westi, dia langsung senyum jail*gak biasanya*. Ngobrol bentar sama Beate, teman sebangkunya, dia berkejar keluar kelas. Liat muka aku dia langsung ketawa tawa, ketawa berdua maksudnya. Apakah kamu tega membiarkan temanmu tertawa sendiri di selasar pada jam istirahat? Tidak bukan?

Di Kantin,
Ramai sekali, kayak ada pengalihan tempat pengungsian banjir mana gitu. Sumpah I LOve You! Benar benar ramai. Mendesak desak, aku sama Westi menuju Kantin Bu Emy. Kantin di sekolahku ada tiga, satu jauh dibelakang sekolah, dekat IPA 3, kelasku. Dua ya di daerah ini, Kantin Bu Ema dan Kantin Bu Emy. Macam kembar dua emak itu dibuatkannye. Haha. Balik ke aku dan Westi, kami memesan dua mangkuk Mi Kari instan yang disiram pakai kuah kaldu. Belum lama Tiara datang. Marah marah. Dia bilang dia nyusul ke kelas Westi setelah bertemu dengan Reza di Kantin Bu Dimo, eh kata sapee gitu yg di kelas, Westinya di Kantin. Wajar sih dia marah marah. Dia juga makan akhirnya, capek kali ya merepek? Haha. Aku dan Westi yg sudah jadi pesanannya memesan segelas akua dan Es Segarsari Orkes dan mencari bangku kosong. Untung ndak sesak lagi, batinku.

Teng teng!
Bel masuk berbunyi. Ih, karena mati lampu bunyi belnya jadi sedikit elit, kataku. Daripada bunyian kayak mamang keripik. Tapi kadang lucu jugalah, kadang jadi penghibur hati juga. Haha. Kami bergegas makan. Sebelum ke kelas, kami ke parkiran, mau nyari motor Tiara. Haha. Udahlah nda usah diceritakan bagian yang ini. Bakaln fenomenal.

Sepanjang jam keempat sampai kedelapan, guru ogahan ngajar. Mungkin udah bosan setaunan liat wajah siswa yang udah diteriakin gak ngerti ngerti sama pelajaran. Guarunya masuk bentar, blm lama keluar lagi. Yang ada urusan sama orang tua muri lah, tidak enak badanlah, nah bagian yang palin menyenangkan, jam Fisika benar benar kosong! Tidak disambangi guru sama sekali. Mantap! Satu kelas nih, pada main kartu. Terbagi empat kelompok perkartuan. Aku bergabung bersama kelompok Juno, Agung, Niar dan Arfi. Main empatsatu dengan 52 karrtu dan 5 pemain. Gila!

Sampai jam pulang, terus main, sampai aku kalah terus dan bosan.

Pulang sekolah di jemput papa yang ngajain makan siang diluar *tumben*. Tadi pas lagi nunggu papa, Westi sms,
"elu dmn?"
"di hall. np?"
"plg sm gua yuk. tmenin beli kaset."
"gw uda plg sm bokap. mw mkn siang di luar. sory yank.."
Eh, pas lagi muter mau ke Gajah Mada sm papa ketemu sm Westi. Ahh.

Di tempat Les,
Ini sebenarnya yg mauu aku ceritain..
Haha

Jadi, les..
Iya, les.
Tunggu ah.

Les mulai jam 3 teng, tapi karena aku pergi sama Niar dan dia itu superlelet, jadilah aku harus mengorbankan sekitar 15 menit waktu les untuk menunggui dia di rumah. Datang datang, kita ke CS di bagian depan tempat les, ngabsen. Trus sekalian nanyain tuh jadwal kelas malam. Eh, rupanya keals malam penuh! Kesal eh! Awas yak Handy tuhh! Kesal dibuatnye!

Masuk ke kelas,
Niar langsung nngambil posisi biasa aku duduk, karena lagi malas betekak kiate orang Pontianak, aku milih duduk di sampingnya yang notabene lebih dekat dengan si itu. Ih. Pelajaran sore ini, Bahasa Indonesia. Cuma bahas bahas soal gak penting, sooooo aku langsung pasang headset dan memilih ngerjain soal dengan menyetel sampai full volume biar gak bisa dengar apapun, yah meminimalisir rasa sakit dari diri sendirilah. Haha. Ribut*seharusnya* tapi gak kedengaran sama aku.

Belum lama, teringat sama Erian yang minta info pendaftaran kelas aksel, CI di sekolahku. Ade, adiknya mau didaftarkan disana.
"Yan, Ade udah di daftarin?" tanyaku.
"Belom. Tapi udah aku bilang dah. Sampai kapan, Yu?"
"Besok kan terakhir? Yang aku bilang kemarin tuh?" tanyaku menjurus pada sms yang kukirimkan beberapa hari yang lalu.
"Hah? Masa?"
"Alah, Yan, sori." sambungnya dari kursi belakang.
"Ndak eh kate kau bla bla bla" protess Erian.
Sial! Rutuk aku dalam hati. Ndak bisa apa ya liat orang senang dikit? Aku tuh risau ye dia ikut ikut ngomong. Arrggh.
"Tu lah kemaren akan bla bla bla bla bla...." lanjutnya membela diri. Pada saat bersamaan, mau tau apa yang aku lakukan? Aku ngomong sama Niar,
"Nye nye nye nye nnye..." ejekku sambil memasang ekspresi mendukung kepada Niar. Dan kalian tau apa? Seisi kelas mendengarkan ocehan ga jelasku itu. SEmua tertawa, dan dia menoleh padaku, memandang takjub!

Duhh, jadi gak enak pikirku. Tapi udahlah, biar dielah. Ape die mao bilanglah.

Tertawa saja,
Udah ah, udah dah yang mau diceritain..

See ya next time,


Love,

Ayu :)

nyablak yahud!

Selamat malam, Sepertinya saya mulai berniat menjadikan halaman ini sebagai jurnal pribadi saya. Hahaha Hari ini, Kamis 29 April 2o1o Bangun dengan perasaan yg sangat senang, yah walaupun agak sedikit pusing. Hari ini band yg bernama MACHYNE yg terbentuk semenjak masa SMP menginjakkan kaki ke tahun ketiga. Belom2 mandi aku udah ngsmsin teman2 personel band. Isinya, "happy MACHYNE 3rd birthday!! :D" Simpel, tp yah semoga bermakna.. Satu2 mereka membalas pesan itu dan mengucap balik.. Ada juga yg usul buat celebrate this anniversarry.. Whua! Semangat kalo uda gini nih. Biasanya bakalan karokean sampe serak karna kami semua punya impian terpendam; "jadi VOKALIS" Hahha selesai mandi sekitar jam o6:2o. langsung kemas-kemas, pakai baju, nunggu papa mandi, jam o6:5o turun dari rumah. nyampe ke sekolah ketemu Tiara, dy nanya, "Bawa ndak?" "Bawa!"jawabku. Kami masuk ke kelas. Langsung bongkar jualannya si Anto, lapar!! Pas buka, hmmmmm, aroma risoles dan bakwan menyeruak masuk ke hidungku, sluurp! Setelah 4 kue itu lenyap terrtelan, belum lama Bu Endang, Guru Sejarah datang. Cuap cuap sebentar, ngasih tugas dan pergi setelahnya. Ada urusan yg harus dikerjakan karena pejabat pendidikan akan menggunakan sekolah kami untuk rapat, katanya. Karena pagi itu aku merasa senang, jadilah aku dengan semangat mengerjakan soal dari Ibu. Teman teman yg lain? Wah, jangan tanya, mereka milih untuk ngumpulin minggu depan, karena kebetulan tugasnya juga lumayan banyak.Ternyata, *jeng jeng* memang banyak! Satu lembar kertas buku tulis panjang untuk satu nomor! Waaaaaaah!! Sampai nomor kedua, jari jari kanan saya minta istirahat. Andaikan bisa menulis pakai tangan kiri*wondering* Gak sabar nunggu istirahat! Mau buruan ke IPS 1, kelas Westi. Teng teng! Bel! Aku setengah berlari keluar kelas. Oiya, Tiara tadi keluar sebentar, ikut gladi resik di Kantor Gubernur untuk Upacara Hardiknas. Jadi nanti dia nyusul aku sama Westi. Datang datang aku ke kelas Westi, dia langsung senyum jail*gak biasanya*. Ngobrol bentar sama Beate, teman sebangkunya, dia berkejar keluar kelas. Liat muka aku dia langsung ketawa tawa, ketawa berdua maksudnya. Apakah kamu tega membiarkan temanmu tertawa sendiri di selasar pada jam istirahat? Tidak bukan? Jadi aku ikut tertawa, nemenin. Di Kantin, Ramai sekali, kayak ada pengalihan tempat pengungsian banjir mana gitu. Sumpah I Love You! Benar benar ramai! Mendesak desak, aku sama Westi menuju Kantin Bu Emy. Kantin di sekolahku ada tiga, satu jauh dibelakang sekolah, dekat IPA 3, kelasku. Dua ya di daerah ini, Kantin Bu Ema dan Kantin Bu Emy. *macam kembar dua emak itu dibuatkannye.*Haha. Balik ke aku dan Westi, kami memesan dua mangkuk Mi Kari instan yang disiram pakai kuah kaldu. Belum lama Tiara datang. Marah marah. Dia bilang dia nyusul ke kelas Westi setelah bertemu dengan Reza di Kantin Bu Dimo, eh kata sapee gitu yg di kelas, Westinya di Kantin. Wajar sih dia marah marah. Dia juga makan akhirnya, capek kali ya merepek? Haha. Aku dan Westi yg sudah jadi pesanannya memesan segelas akua dan Es Segarsari Orkes dan mencari bangku kosong. Untung ndak sesak lagi, batinku. Teng teng! Bel masuk berbunyi. Ih, karena mati lampu bunyi belnya jadi sedikit elit, kataku. Daripada bunyian kayak mamang keripik. Tapi kadang lucu jugalah, kadang jadi penghibur hati juga. Haha. Kami bergegas makan. Sebelum ke kelas, kami ke parkiran, mau nyari motor Tiara. Haha. Udahlah nda usah diceritakan bagian yang ini. Bakalan fenomenal. Sepanjang jam keempat sampai kedelapan, guru ogahan ngajar. Mungkin udah bosan setaunan liat wajah siswa yang udah diteriakin gak ngerti ngerti sama pelajaran yang mereka ajarkan. Gurunya masuk bentar, belum lama keluar lagi. Yang ada urusan sama orang tua murid lah, tidak enak badanlah, nah bagian yang paling menyenangkan, jam Fisika benar benar kosong! Tidak disambangi guru sama sekali. Mantap! Satu kelas nih, pada main kartu. Terbagi empat kelompok perkartuan. Aku bergabung bersama kelompok Juno, Agung, Niar dan Arfi. Main empat-satu dengan 52 kartu dan 5 pemain. Gila! Sampai jam pulang, terus main, sampai aku kalah terus dan bosan. Pulang sekolah di jemput papa yang ngajain makan siang diluar *tumben*. Tadi pas lagi nunggu papa, Westi sms, "elu dmn?" "di hall. np?" "plg sm gua yuk. tmenin beli kaset." "gw uda plg sm bokap. mw mkn siang di luar. sory yank.." Eh, pas lagi muter mau ke Gajah Mada sm papa ketemu sm Westi. Ahh. Di tempat Les, Ini sebenarnya yg mauu aku ceritain.. Haha Jadi, les.. Iya, les. Tunggu ah. Les mulai jam 3 teng, tapi karena aku pergi sama Niar dan dia itu superlelet, jadilah aku harus mengorbankan sekitar 15 menit waktu les untuk menunggui dia di rumah. Datang datang, kita ke CS di bagian depan tempat les, ngabsen. Trus sekalian nanyain tuh jadwal kelas malam. Eh, rupanya keals malam penuh! Kesal eh! Awas yak Handy tuhh! Kesal dibuatnye! Die bilang masih ade kursi kosong! Oke, pelajaran! Jangan nayain hal penting yang sifatnya benar benar PENTING sama orang penting kayak Handy! Karena hanya mengecewakan! Masuk ke kelas, Niar langsung ngambil posisi biasa aku duduk, karena lagi malas betekak kate orang Pontianak, aku milih duduk di sampingnya yang notabene lebih dekat dengan si itu. Ih. Pelajaran sore ini, Bahasa Indonesia. Cuma bahas bahas soal gak penting, sooooo aku langsung pasang headset dan memilih ngerjain soal dengan menyetel sampai full volume biar gak bisa dengar apapun, yah meminimalisir rasa sakit dari diri sendirilah. Haha. Ribut*seharusnya* tapi gak kedengaran sama aku. Belum lama, teringat sama Erian yang minta info pendaftaran kelas aksel, CI di sekolahku. Ade, adiknya mau didaftarkan disana. Aku menoleh ke kanan, "Yan, Ade udah di daftarin?" tanyaku. "Belom. Tapi udah aku bilang dah. Sampai kapan, Yu?" "Besok kan terakhir? Yang aku bilang kemarin tuh?" tanyaku menjurus pada sms yang kukirimkan beberapa hari yang lalu. "Hah? Masa?" "Alah, Yan, sori." sambungnya dari kursi belakang. "Ndak eh kate kau bla bla bla" protes Erian. Sial! Rutuk aku dalam hati. Ndak bisa apa ya liat orang senang dikit? Aku tuh risau ye dia ikut ikut ngomong. Arrggh. "Tu lah kemaren akan bla bla bla bla bla...." lanjutnya membela diri. Pada saat bersamaan, mau tau apa yang aku lakukan? Aku ngomong sama Niar, "Nye nye nye nye nnye..." ejekku sambil memasang ekspresi mendukung kepada Niar. Dan kalian tau apa? Seisi kelas mendengarkan ocehan ga jelasku itu. Semua tertawa dan dia menoleh padaku, memandang takjub! Duhh, jadi gak enak pikirku. Tapi udahlah, biar dielah. Ape die mao bilang, bilanglah. Tertawa saja, Udah ah, udah dah yang mau diceritain.. See ya next time, Love, Ayu :)