Memang benar segala sesuatu yg terjalin dengan intim itu membuat segala halnya jadi sensitif.
Iyakan? Benarkan?
Hmm *exhale* aku ngerasanya sih gitu. Merasa tersisihkan seringnya -dan itu bahasa kasarnya-. Memang mungkin aku cocoknya gak dekat sama siapa-siapa kali ya?
Aku susah sosialisasi. Aku sombong. Aku sensitif. Aku moody.
Tapi susah sosialisasinya aku dianggap orang lain, aku pendiam.
Sombongnya aku dianggap aku mengerti dan berpengalaman.
Aku sensitif dan moody, seharusnya mereka tau aku sulit berkomunikasi.
Rasanya cuma sama dia-salah-seorang-teman-perempuanku- aku gak merasakan kompetisi. Everything was like purely happened. Lain ketika aku harus berada bersama yang lain. Sekarang aku ingin menghilang. Hilang.. Lepas..
Mungkin aku harus benar-benar bisa berteman baik dengan diriku sendiri sampai aku bisa mendapatkan sempurnaku. Mendapatkan sosok yang benar-benar SEMPURNA. Aku kan sombong ya, ndak level sama yang bohongan.
Sementara yang aku jauhi adalah benar dan yang aku dekati adalah kewajiban.
Aku percaya perempuan, tapi bukan yang bohongan.
Srsly, Ayu.
Sunday, July 31, 2011
Friday, July 29, 2011
Seneng :D
Bangeeeeet :D
Iman lagi nanjak disaat gue belum suci.
Ya Allah pertahankan sampai ujung usia hamba ya Allah :D
Amiin :)
Iman lagi nanjak disaat gue belum suci.
Ya Allah pertahankan sampai ujung usia hamba ya Allah :D
Amiin :)
Saturday, July 23, 2011
Child Nationals Day II
26. Tiap anak yg dirampas kbebasannya berhak u/ membela diri & mperoleh keadilan di Pengadilan Anak yg objektif, & tertutup u/ umum
27. Tiap anak yg jadi korban kekerasan/pelakku kekerasan sekseual/yg berhadapan dg hukum berhak diRAHASIAKAN# HariAnakNasional
28. Tiap anak yg jd korban/pelaku tindak pidana berhak dpt bantuan hukum & bantuan lainnya [Ps. 18 UU Perlindungan Anak]#HariAnakNasional
29. Demikian Twips, #lawtwit tentang Hak Anak
30. Perlindungan Anak harus mengacu kepada Prinsip non diskriminasi, kepentingan terbaik u/anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup,
31. Perlindungan Anak harus mengacu kepada Prinsip perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak #HariAnakNasional
32. Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
33. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
34. Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
35. Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
36. Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
37. Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
38. Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
39. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
40. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri(Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
41. Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai(Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
42. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri(Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
43. Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
44. Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
45. Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
46. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
47. Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
48. Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
49. Tentang Anak, Kahlil Gibran pernah menulis dalam bukunya (Dari ‘Cinta,
Keindahan, Kesunyian’),#recommended #HariAnakNasional
50. Terimakasih Tuips, mari mulai merubah diri u/ berbuat baik &
mmperhatikan anak2. ditangan mereka masa depan bangsa,#HariAnakNasional
:)
27. Tiap anak yg jadi korban kekerasan/pelakku kekerasan sekseual/yg berhadapan dg hukum berhak diRAHASIAKAN# HariAnakNasional
28. Tiap anak yg jd korban/pelaku tindak pidana berhak dpt bantuan hukum & bantuan lainnya [Ps. 18 UU Perlindungan Anak]#HariAnakNasional
29. Demikian Twips, #lawtwit tentang Hak Anak
30. Perlindungan Anak harus mengacu kepada Prinsip non diskriminasi, kepentingan terbaik u/anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup,
31. Perlindungan Anak harus mengacu kepada Prinsip perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak #HariAnakNasional
32. Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
33. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
34. Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
35. Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
36. Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
37. Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
38. Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
39. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
40. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri(Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
41. Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai(Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
42. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri(Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
43. Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
44. Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
45. Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
46. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
47. Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
48. Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran (Dorothy Law Nolte)#HariAnakNasional
49. Tentang Anak, Kahlil Gibran pernah menulis dalam bukunya (Dari ‘Cinta,
Keindahan, Kesunyian’),#recommended #HariAnakNasional
50. Terimakasih Tuips, mari mulai merubah diri u/ berbuat baik &
mmperhatikan anak2. ditangan mereka masa depan bangsa,#HariAnakNasional
:)
Childs National Day
It's July 23rd, rite?
Means today is Dan Radcliffe bday aaaaand today is National Childs Day!!
Benerkan? Hari Anak Nasional..
Semoga dengan peringatan hari anak nasional hari ini anak-
anak Indonesia bisa mendapatkan apresiasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Semoga anak-anak Indonesia bisa menjadi sosok pembangun, menjadi anak yang berguna bagi bangsa.
Nih ada 50 rangkaian tweets dari @LBH_Jakarta yang sengaja di repost supaya mudah bacanya..
1. Tiap anak berhak u/ hidup, tumbuh & berkembang dan berpartisipasi scr wajar dgn harkat & martabat kemanusiaan#HariAnakNasional
2. Tiap anak berhak mendapat perlindungan dari kekerasan & diskriminasi [Ps.4 UU 23/2002] #HariAnakNasional
3. Tiap anak berhak atas suatu nama sbg identitas diri & status kewarganegaraan [Ps. 5 UU 23/2002] #HariAnakNasional
4. Tiap anak berhak u/ beribadah menurut agamanya, berpikir, & berekspresi dg tingkat kecerdasan & Usianya, dlm bimbingan orang tua
5. Tiap #anak berhak u/ mengetahui orangtuanya, dibesarkan, & diasuh o/ orang tuanya sendiri [Ps. 7 UU 23/2002]#HariAnakNasional
6. Jk org tuanya tdk bs menjamin tumbuh kembang anak, maka anak berhak diasuh atau anak angkat, sesuai undang2 yg berlaku#HariAnakNasional
7. Tiap anak berhak mperoleh pelayanan kesehatan & jaminan sosial sesuai dg kebutuhan fisik, mental, spiritual, & sosial#HariAnakNasional
8. Tiap anak berhak mperoleh pendidikan & pengajaran dlm rangka pengembangan pribadinya & tingkat kecerdasan, ssuai dg minat & bakatnya
9. Khusus bg anak difable berhak memperoleh pendidikan luarbiasa, bg yg memiliki keunggulan berhak dpt pendidikan khusus #HariAnakNasional
10. Tiap anak berhak menyatakan pendapat & didengar pendapatnya [Ps.10 UU 23/2002]#HariAnakNasional
11. Tiap anak berhak menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai tingkat kecerdasan & usianya dmi pengembangan diri
12. Tiap anak berhak u/ beristirahat & memanfaatkan waktu luang, bergaul dg sebaya, bermain, berekreasi, & berkreasi ssuai dg minat & bakat
13. Tiap anak difable berhak memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial, dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial [Ps. 12 UU 23/2002]
14. Tiap anak slm dlm pengasuhan berhak dpt perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi, penelantaran, kekejaman, kekerasan
15. Tiap anak berhak dpt perlindungan dr perlakuan penganiayaan, ketidakadilan, & perlakuan salah lainnya
16. Tiap anak berhak u memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dlm kegiatan politik [Ps. 15 UU 23/2002]#HariAnakNasional
17. Tiap anak berhak u/ peroleh perlindungan dari pelibatan dlm sengketa bersenjata #HariAnakNasional
18. Tiap anak berhak peroleh perlindungan dari pelibatan dlm kerusuhan sosial [Ps. 15 UU
Perlindungan Anak]#HariAnakNasional
19. Tiap anak berhak u/ peroleh perlindungan dari pelibatan dlm peristiwa yg mengandung unsur kekerasan#HariAnakNasional
20. Tiap anak berhak peroleh perlindungan dr sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan penghukuman yg tdk manusiawi
21. Tiap anak berhak peroleh kebebasan sesuai dg hukum [Ps. 16 UU Perlindungan Anak]#HariAnakNasional
22. Penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila ssuai dg hukum yg mberlaku
23. Penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir #HariAnakNasional
24. Tiap anak yg dirampas kbebasannya berhak u/ dapat perlakuan scr manusiawi & penempatannya dipisahkan dr orang dewasa#HariAnakNasional
25. Tiap anak yg dirampas kbebasannya berhak u/ memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya scr efektif dlm tiap tahapan upaya hukum
..to be continued..
Means today is Dan Radcliffe bday aaaaand today is National Childs Day!!
Benerkan? Hari Anak Nasional..
Semoga dengan peringatan hari anak nasional hari ini anak-
anak Indonesia bisa mendapatkan apresiasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Semoga anak-anak Indonesia bisa menjadi sosok pembangun, menjadi anak yang berguna bagi bangsa.
Nih ada 50 rangkaian tweets dari @LBH_Jakarta yang sengaja di repost supaya mudah bacanya..
1. Tiap anak berhak u/ hidup, tumbuh & berkembang dan berpartisipasi scr wajar dgn harkat & martabat kemanusiaan#HariAnakNasional
2. Tiap anak berhak mendapat perlindungan dari kekerasan & diskriminasi [Ps.4 UU 23/2002] #HariAnakNasional
3. Tiap anak berhak atas suatu nama sbg identitas diri & status kewarganegaraan [Ps. 5 UU 23/2002] #HariAnakNasional
4. Tiap anak berhak u/ beribadah menurut agamanya, berpikir, & berekspresi dg tingkat kecerdasan & Usianya, dlm bimbingan orang tua
5. Tiap #anak berhak u/ mengetahui orangtuanya, dibesarkan, & diasuh o/ orang tuanya sendiri [Ps. 7 UU 23/2002]#HariAnakNasional
6. Jk org tuanya tdk bs menjamin tumbuh kembang anak, maka anak berhak diasuh atau anak angkat, sesuai undang2 yg berlaku#HariAnakNasional
7. Tiap anak berhak mperoleh pelayanan kesehatan & jaminan sosial sesuai dg kebutuhan fisik, mental, spiritual, & sosial#HariAnakNasional
8. Tiap anak berhak mperoleh pendidikan & pengajaran dlm rangka pengembangan pribadinya & tingkat kecerdasan, ssuai dg minat & bakatnya
9. Khusus bg anak difable berhak memperoleh pendidikan luarbiasa, bg yg memiliki keunggulan berhak dpt pendidikan khusus #HariAnakNasional
10. Tiap anak berhak menyatakan pendapat & didengar pendapatnya [Ps.10 UU 23/2002]#HariAnakNasional
11. Tiap anak berhak menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai tingkat kecerdasan & usianya dmi pengembangan diri
12. Tiap anak berhak u/ beristirahat & memanfaatkan waktu luang, bergaul dg sebaya, bermain, berekreasi, & berkreasi ssuai dg minat & bakat
13. Tiap anak difable berhak memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial, dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial [Ps. 12 UU 23/2002]
14. Tiap anak slm dlm pengasuhan berhak dpt perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi, penelantaran, kekejaman, kekerasan
15. Tiap anak berhak dpt perlindungan dr perlakuan penganiayaan, ketidakadilan, & perlakuan salah lainnya
16. Tiap anak berhak u memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dlm kegiatan politik [Ps. 15 UU 23/2002]#HariAnakNasional
17. Tiap anak berhak u/ peroleh perlindungan dari pelibatan dlm sengketa bersenjata #HariAnakNasional
18. Tiap anak berhak peroleh perlindungan dari pelibatan dlm kerusuhan sosial [Ps. 15 UU
Perlindungan Anak]#HariAnakNasional
19. Tiap anak berhak u/ peroleh perlindungan dari pelibatan dlm peristiwa yg mengandung unsur kekerasan#HariAnakNasional
20. Tiap anak berhak peroleh perlindungan dr sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan penghukuman yg tdk manusiawi
21. Tiap anak berhak peroleh kebebasan sesuai dg hukum [Ps. 16 UU Perlindungan Anak]#HariAnakNasional
22. Penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila ssuai dg hukum yg mberlaku
23. Penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir #HariAnakNasional
24. Tiap anak yg dirampas kbebasannya berhak u/ dapat perlakuan scr manusiawi & penempatannya dipisahkan dr orang dewasa#HariAnakNasional
25. Tiap anak yg dirampas kbebasannya berhak u/ memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya scr efektif dlm tiap tahapan upaya hukum
..to be continued..
Friday, July 22, 2011
-
Ternyata persaingan itu bisa membunuh. Membunuh rasa dan menciptakan rasa lainnya. Jangan berpikiran akan menemui rasa-rasa lezat seperti di sepeda mamang roti, rasa disini adalah sesuatu yang berawal kasih menjadi hanya kisah yang telah berubah menjadi benci yang teramat. Bisa saja..
Hati-hati.. Siapapun kita, kendalikanlah emosi. Bentengi diri.
Karena yang terjadi kemarin belum tentu sama dan menjadi episode kelanjutan di paginya. Semua bisa berubah.. Bahkan setelah mata berkedip.
Hati-hati.. Siapapun kita, kendalikanlah emosi. Bentengi diri.
Karena yang terjadi kemarin belum tentu sama dan menjadi episode kelanjutan di paginya. Semua bisa berubah.. Bahkan setelah mata berkedip.
Subhanallah
Bismillahirrahmanirrahim
Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab..
Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya..
Bagaimana mereka bisa berbaur…
Aku menjawab.. Tahukah kalian..
bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan- perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka..
Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..
Sering juga kudengar..
Mengapa harus mereka?
Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka
punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?
Aku menjawab..
Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.
Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah
yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu
karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu..
Cinta mereka murni.. bening.. suci..
hanya karena-Nya..
Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia.
Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..
Sering juga banyak yang bertanya..
mengapa harus mereka?
Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul- kumpul bersama teman sebaya
mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana
mereka bisa menjadi wanita modern?
Aku menjawab..
Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al-Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang- orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya. Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga
diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?
Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar,
mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang- orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.
Dan sering sekali, orang tak puas..
dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?
Pada akhirnya, akupun menjawab…
Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..
Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…
Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia.
Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang
penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.
Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…
Seberat itukah?
Ya… Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada
perjuangan…
Hanya repost sebagai reminder pribadi :)
Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab..
Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya..
Bagaimana mereka bisa berbaur…
Aku menjawab.. Tahukah kalian..
bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan- perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka..
Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..
Sering juga kudengar..
Mengapa harus mereka?
Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka
punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?
Aku menjawab..
Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.
Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah
yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu
karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu..
Cinta mereka murni.. bening.. suci..
hanya karena-Nya..
Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia.
Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..
Sering juga banyak yang bertanya..
mengapa harus mereka?
Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul- kumpul bersama teman sebaya
mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana
mereka bisa menjadi wanita modern?
Aku menjawab..
Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al-Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang- orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya. Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga
diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?
Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar,
mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang- orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.
Dan sering sekali, orang tak puas..
dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?
Pada akhirnya, akupun menjawab…
Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..
Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…
Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia.
Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang
penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.
Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…
Seberat itukah?
Ya… Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada
perjuangan…
Hanya repost sebagai reminder pribadi :)
Life
Pernah dong ya ngerasa suka yang kebanget-bangetan sama orang lain? Even lo sama sekali gak pernah kenal secara nyata sama tu orang?
Seperti yang marak sekarang ini ya kan?
Masa-masa yang kayak gitu udah gue lewatin. Lalu ada apa lagi ya seterusnya di depan? Penasaran? *betulinkacamata*
Seperti yang marak sekarang ini ya kan?
Masa-masa yang kayak gitu udah gue lewatin. Lalu ada apa lagi ya seterusnya di depan? Penasaran? *betulinkacamata*
Thursday, July 21, 2011
Hanya Bisa Diam
Celamat mayam ceman ceman :3
Sounds disguisting, eh? *cila wannabe
Emm so I have something to speak up tonite.
Ya, baru menyadari aja kalo bergantung pada orang lain itu adalah benar-benar tidak nyaman dan tidak memberikan apa-apa pada kita, selain sedikit banyak sakit hati.
Sakit hati dikarenakan kebanyakan hal adalah bukan keinginan kita..
Kebanyakan waktu yang mengatur, dia.
Coba bisa move, bisa gerak sendiri..
Bukannya semuanya bisa lebih kompatibel ya?
Lebih enak atur jadwal yang gak tergantungan sama free timenya orang.
Lebih enak ngatur waktu, kapan mesti nyantai kapan harus kerja.
Ya gak lepas juga, sebagai orang yang digantungi juga pasti sedikit banyaknya merasa dibebani. Sedikit banyak ada tanggung jawab yang harus ditunaikan sendiri sedangkan pada waktu bersamaan ia sendiri seperti sedang ditunggangi. Ya oleh kamu itu, yang suka bergantung.
Kadang ya jita juga suka berpikir; 'Dianya aja mau, kenapa mesti gak enak?'. Sebenarnya mah memang harus gak enak! Gimana pun. Ya itung-itung belajar mandiri kan lumayan. Kenapa sih masih merepotkan orang selama diri masih bisa?
Kenapa harus memaksakan diri menolong diluar batas kemampuan?
Ayu.
*nb: pelajaran dari post ini; Janganlah sekali-sekali bergantung apalagi sampai ketergantungan pada orang lain.
Sounds disguisting, eh? *cila wannabe
Emm so I have something to speak up tonite.
Ya, baru menyadari aja kalo bergantung pada orang lain itu adalah benar-benar tidak nyaman dan tidak memberikan apa-apa pada kita, selain sedikit banyak sakit hati.
Sakit hati dikarenakan kebanyakan hal adalah bukan keinginan kita..
Kebanyakan waktu yang mengatur, dia.
Coba bisa move, bisa gerak sendiri..
Bukannya semuanya bisa lebih kompatibel ya?
Lebih enak atur jadwal yang gak tergantungan sama free timenya orang.
Lebih enak ngatur waktu, kapan mesti nyantai kapan harus kerja.
Ya gak lepas juga, sebagai orang yang digantungi juga pasti sedikit banyaknya merasa dibebani. Sedikit banyak ada tanggung jawab yang harus ditunaikan sendiri sedangkan pada waktu bersamaan ia sendiri seperti sedang ditunggangi. Ya oleh kamu itu, yang suka bergantung.
Kadang ya jita juga suka berpikir; 'Dianya aja mau, kenapa mesti gak enak?'. Sebenarnya mah memang harus gak enak! Gimana pun. Ya itung-itung belajar mandiri kan lumayan. Kenapa sih masih merepotkan orang selama diri masih bisa?
Kenapa harus memaksakan diri menolong diluar batas kemampuan?
Ayu.
*nb: pelajaran dari post ini; Janganlah sekali-sekali bergantung apalagi sampai ketergantungan pada orang lain.
Tuesday, July 19, 2011
how can I give this a title is
Nyambung gak dihargai, sekalinya dihargai malah gak nyambung..
Kira-kira gitu deh isi tweet gue barusan.
*eh, gue? *noyordirisendiri*
Iya deh, pake 'aku'.. :(
Tadi kan di twitter sempat nulis gitu yah, soalnya ngerasa aja.. Ya sebenarnya lebih ke rasa gak bersyukur aja kali yah? Gak legowo..
Seharusnya kan bisa nerimo sesuatu apo adonyo..
Eh tapi sumpah seru loh pake 'gue'.. T.T
Gak papa lah ya? Pake 'gue'?
Cuma di posan kali iniiii ajaa, please?
gak janji sama yang diatas
Sip yaudah pake 'gue' ajah wkwk
Jadi tuh ya, gue ngerasa gitu aja. Sama orang-orang deket ya digituin, sekalinya sama orang gak deket dibaikin. Bingung gue.. Apa gue ini setan yang bergaul dengan setan lain lalu yang lainnya adalah malaikat? Atau orang-orang dekat yang gue anggap malaikat itu cuma pura-pura? Atau gimana sih..
Gue suka putih, tapi bukan yang dikasi corak supaya tambah lucu. Menurut gue dengan putih gitu aja udah manis (menurut gue).. Gue juga suka hitam, tapi bukan hitam yang bisa ngebawa ikutan hitam karena lunturan..
Auk ah.. Bingung sendiri gue -___-
Sementara ini gue masih asik sama diri gue yang -yah- gini. Meskipun gampang banget terikut arus kuat, tapi gue sedang belajar berenang kok untuk melawan arusnya. Ya, siapa tau aja sewaktu-waktu gue butuh skill yang satu ini untuk mempertahankan prinsip yang gue pegang.
Gue juga kadang suka kesal yah sama diri sendiri. Kok gak bisanya nolak nolong orang? Padahal diri sendiri lagi butuh pertolongan.
Baiknya, gue suka mempositifkan suatu yang negatif. Tapi buruknya, kadang yang positif gue jadiin negatif. Jadi kadang-kadang ketika ada yang mengguraui malah gue anggap menggurui dan gak gue bisa terima. Jadinya malah salah paham. Untungnya sih jarang berkepanjangan soalnya langsung gue positifkan lagi.. Terkecuali ya untuk beberapa hal yang sifatnya prinsipil dan sulit diubah(maksudnya, arah pemikiran gue sendiri)
Sebenarnya untuk diajak berunding dan bermusyawarah gue gak terlalu sulit, apalagi untuk orang-orang yang tau gimana caranya membuat agar menjadi kooperatif. Namun sayang hanya beberapa yang bisa. Baguslah.
Memang lidah tak bertulang. Kadang yang tidak pernah terpikirkan pun bisa terkeluar begitu saja dari mulut. Itu yang kadang membuat orang sering kalah. Entah kalah atau mengalah :D
Pastinya jikapun membaca ini kita sama taulah ya perempuan jauh lebih andal berbicara daripada laki-laki. Namun sebaliknya laki-laki jago sekali dalam urusan mengintimidasi. Dan jujur gue 'kalah' kalo diharuskan berhadapan dengan orang-orang yang gue anggap berindikasi untuk mengintimidasi ini. Males. Kayak ngomong sama anak kecil umur 2 tahun. 'Ah uh ah uh' omongannya.
Kadang jauh dari realistis. Terlalu mendramatisir.
Lebay.
Gue pastinya suka sama laki-laki yang gak mengintimidasi lah.. Takut juga ikutan terlibat kasus pelecehan secara mental ini di pengadilan. Mau sama laki-laki sakit jiwa?
Gue mah ogah..
;)
Ayu
Kira-kira gitu deh isi tweet gue barusan.
*eh, gue? *noyordirisendiri*
Iya deh, pake 'aku'.. :(
Tadi kan di twitter sempat nulis gitu yah, soalnya ngerasa aja.. Ya sebenarnya lebih ke rasa gak bersyukur aja kali yah? Gak legowo..
Seharusnya kan bisa nerimo sesuatu apo adonyo..
Eh tapi sumpah seru loh pake 'gue'.. T.T
Gak papa lah ya? Pake 'gue'?
Cuma di posan kali iniiii ajaa, please?
Sip yaudah pake 'gue' ajah wkwk
Jadi tuh ya, gue ngerasa gitu aja. Sama orang-orang deket ya digituin, sekalinya sama orang gak deket dibaikin. Bingung gue.. Apa gue ini setan yang bergaul dengan setan lain lalu yang lainnya adalah malaikat? Atau orang-orang dekat yang gue anggap malaikat itu cuma pura-pura? Atau gimana sih..
Gue suka putih, tapi bukan yang dikasi corak supaya tambah lucu. Menurut gue dengan putih gitu aja udah manis (menurut gue).. Gue juga suka hitam, tapi bukan hitam yang bisa ngebawa ikutan hitam karena lunturan..
Auk ah.. Bingung sendiri gue -___-
Sementara ini gue masih asik sama diri gue yang -yah- gini. Meskipun gampang banget terikut arus kuat, tapi gue sedang belajar berenang kok untuk melawan arusnya. Ya, siapa tau aja sewaktu-waktu gue butuh skill yang satu ini untuk mempertahankan prinsip yang gue pegang.
Gue juga kadang suka kesal yah sama diri sendiri. Kok gak bisanya nolak nolong orang? Padahal diri sendiri lagi butuh pertolongan.
Baiknya, gue suka mempositifkan suatu yang negatif. Tapi buruknya, kadang yang positif gue jadiin negatif. Jadi kadang-kadang ketika ada yang mengguraui malah gue anggap menggurui dan gak gue bisa terima. Jadinya malah salah paham. Untungnya sih jarang berkepanjangan soalnya langsung gue positifkan lagi.. Terkecuali ya untuk beberapa hal yang sifatnya prinsipil dan sulit diubah(maksudnya, arah pemikiran gue sendiri)
Sebenarnya untuk diajak berunding dan bermusyawarah gue gak terlalu sulit, apalagi untuk orang-orang yang tau gimana caranya membuat agar menjadi kooperatif. Namun sayang hanya beberapa yang bisa. Baguslah.
Memang lidah tak bertulang. Kadang yang tidak pernah terpikirkan pun bisa terkeluar begitu saja dari mulut. Itu yang kadang membuat orang sering kalah. Entah kalah atau mengalah :D
Pastinya jikapun membaca ini kita sama taulah ya perempuan jauh lebih andal berbicara daripada laki-laki. Namun sebaliknya laki-laki jago sekali dalam urusan mengintimidasi. Dan jujur gue 'kalah' kalo diharuskan berhadapan dengan orang-orang yang gue anggap berindikasi untuk mengintimidasi ini. Males. Kayak ngomong sama anak kecil umur 2 tahun. 'Ah uh ah uh' omongannya.
Kadang jauh dari realistis. Terlalu mendramatisir.
Lebay.
Gue pastinya suka sama laki-laki yang gak mengintimidasi lah.. Takut juga ikutan terlibat kasus pelecehan secara mental ini di pengadilan. Mau sama laki-laki sakit jiwa?
Gue mah ogah..
;)
Ayu
Subscribe to:
Comments (Atom)