Selamat malam,
Sepertinya saya mulai berniat menjadikan halaman ini sebagai jurnal pribadi saya.
Hahaha
Hari ini, Kamis 29 April 2010
Bangun dengan perasaan yg sangat senang, yah walaupun agak sedikit pusing.
Hari ini band yg bernama MACHYNE yg terbentuk semenjak masa SMP menginjakkan kaki ke tahun ketiga.
Belom2 mandi aku udah ngsmsin teman2 personel band.
Isinya,
"happy MACHYNE 3rd birthday!! :D"
Simpel, tp yah semoga bermakna..
Satu2 mereka membalas pesan itu dan mengucap balik..
Ada juga yg usul buat celebrate this anniversarry..
Whua! Semangat kalo uda gini nih. Biasanya bakalan karokean sampe serak karna kami semua punya impian terpendam; "jadi VOKALIS" Hahha
selesai mandi sekitar jam o6:2o.
langsung kemas-kemas, pakai baju, nunggu papa mandi, jam o6:5o turun dari rumah.
nyampe ke sekolah ketemu Tiara, dy nanya,
"Bawa ndak?"
"Bawa!"jawabku. Kami masuk ke kelas.
Langsung bongkar jualannya si Anto, lapar!!
Pas buka, hmmmmm, aroma risoles dan bakwan menyeruak masuk ke hidungku, sluurp!
Setelah 4 kue itu lenyap terrtelan, belum lama Bu Endang, Guru Sejarah datang.
Cuap cuap sebentar, ngasih tugas dan pergi setelahnya. Ada urusan yg harus dikerjakan karena pejabat pendidikan akan menggunakan sekolah kami untuk rapat, katanya. Karena pagi itu aku merasa senang, jadilah aku dengan semangat mengerjakan soal dari Ibu. Teman teman yg lain? Wah, jangan tanya, mereka milih untuk ngumpulin minggu depan, karena kebetulan tugasnya juga lumayan banyak.Ternyata, *jeng jeng* memang banyak! Satu lembar kertas buku tulis panjang untuk satu nomor! Waaaaaaah!! Sampai nomor kedua, jari jari kanan saya minta istirahat. Andaikan bisa menulis pakai tangan kiri*wondering*
Gak sabar nunggu istirahat! Mau buruan ke IPS 1, kelas Westi.
Teng teng!
Bel!
Aku setengah berlari keluar kelas. Oiya, Tiara tadi keluar sebentar, ikut gladi resik di Kantor Gubernur untuk Upacara Hardiknas. Jadi nanti dia nyusul aku sama Westi. Datang datang aku ke kelas Westi, dia langsung senyum jail*gak biasanya*. Ngobrol bentar sama Beate, teman sebangkunya, dia berkejar keluar kelas. Liat muka aku dia langsung ketawa tawa, ketawa berdua maksudnya. Apakah kamu tega membiarkan temanmu tertawa sendiri di selasar pada jam istirahat? Tidak bukan?
Di Kantin,
Ramai sekali, kayak ada pengalihan tempat pengungsian banjir mana gitu. Sumpah I LOve You! Benar benar ramai. Mendesak desak, aku sama Westi menuju Kantin Bu Emy. Kantin di sekolahku ada tiga, satu jauh dibelakang sekolah, dekat IPA 3, kelasku. Dua ya di daerah ini, Kantin Bu Ema dan Kantin Bu Emy. Macam kembar dua emak itu dibuatkannye. Haha. Balik ke aku dan Westi, kami memesan dua mangkuk Mi Kari instan yang disiram pakai kuah kaldu. Belum lama Tiara datang. Marah marah. Dia bilang dia nyusul ke kelas Westi setelah bertemu dengan Reza di Kantin Bu Dimo, eh kata sapee gitu yg di kelas, Westinya di Kantin. Wajar sih dia marah marah. Dia juga makan akhirnya, capek kali ya merepek? Haha. Aku dan Westi yg sudah jadi pesanannya memesan segelas akua dan Es Segarsari Orkes dan mencari bangku kosong. Untung ndak sesak lagi, batinku.
Teng teng!
Bel masuk berbunyi. Ih, karena mati lampu bunyi belnya jadi sedikit elit, kataku. Daripada bunyian kayak mamang keripik. Tapi kadang lucu jugalah, kadang jadi penghibur hati juga. Haha. Kami bergegas makan. Sebelum ke kelas, kami ke parkiran, mau nyari motor Tiara. Haha. Udahlah nda usah diceritakan bagian yang ini. Bakaln fenomenal.
Sepanjang jam keempat sampai kedelapan, guru ogahan ngajar. Mungkin udah bosan setaunan liat wajah siswa yang udah diteriakin gak ngerti ngerti sama pelajaran. Guarunya masuk bentar, blm lama keluar lagi. Yang ada urusan sama orang tua muri lah, tidak enak badanlah, nah bagian yang palin menyenangkan, jam Fisika benar benar kosong! Tidak disambangi guru sama sekali. Mantap! Satu kelas nih, pada main kartu. Terbagi empat kelompok perkartuan. Aku bergabung bersama kelompok Juno, Agung, Niar dan Arfi. Main empatsatu dengan 52 karrtu dan 5 pemain. Gila!
Sampai jam pulang, terus main, sampai aku kalah terus dan bosan.
Pulang sekolah di jemput papa yang ngajain makan siang diluar *tumben*. Tadi pas lagi nunggu papa, Westi sms,
"elu dmn?"
"di hall. np?"
"plg sm gua yuk. tmenin beli kaset."
"gw uda plg sm bokap. mw mkn siang di luar. sory yank.."
Eh, pas lagi muter mau ke Gajah Mada sm papa ketemu sm Westi. Ahh.
Di tempat Les,
Ini sebenarnya yg mauu aku ceritain..
Haha
Jadi, les..
Iya, les.
Tunggu ah.
Les mulai jam 3 teng, tapi karena aku pergi sama Niar dan dia itu superlelet, jadilah aku harus mengorbankan sekitar 15 menit waktu les untuk menunggui dia di rumah. Datang datang, kita ke CS di bagian depan tempat les, ngabsen. Trus sekalian nanyain tuh jadwal kelas malam. Eh, rupanya keals malam penuh! Kesal eh! Awas yak Handy tuhh! Kesal dibuatnye!
Masuk ke kelas,
Niar langsung nngambil posisi biasa aku duduk, karena lagi malas betekak kiate orang Pontianak, aku milih duduk di sampingnya yang notabene lebih dekat dengan si itu. Ih. Pelajaran sore ini, Bahasa Indonesia. Cuma bahas bahas soal gak penting, sooooo aku langsung pasang headset dan memilih ngerjain soal dengan menyetel sampai full volume biar gak bisa dengar apapun, yah meminimalisir rasa sakit dari diri sendirilah. Haha. Ribut*seharusnya* tapi gak kedengaran sama aku.
Belum lama, teringat sama Erian yang minta info pendaftaran kelas aksel, CI di sekolahku. Ade, adiknya mau didaftarkan disana.
"Yan, Ade udah di daftarin?" tanyaku.
"Belom. Tapi udah aku bilang dah. Sampai kapan, Yu?"
"Besok kan terakhir? Yang aku bilang kemarin tuh?" tanyaku menjurus pada sms yang kukirimkan beberapa hari yang lalu.
"Hah? Masa?"
"Alah, Yan, sori." sambungnya dari kursi belakang.
"Ndak eh kate kau bla bla bla" protess Erian.
Sial! Rutuk aku dalam hati. Ndak bisa apa ya liat orang senang dikit? Aku tuh risau ye dia ikut ikut ngomong. Arrggh.
"Tu lah kemaren akan bla bla bla bla bla...." lanjutnya membela diri. Pada saat bersamaan, mau tau apa yang aku lakukan? Aku ngomong sama Niar,
"Nye nye nye nye nnye..." ejekku sambil memasang ekspresi mendukung kepada Niar. Dan kalian tau apa? Seisi kelas mendengarkan ocehan ga jelasku itu. SEmua tertawa, dan dia menoleh padaku, memandang takjub!
Duhh, jadi gak enak pikirku. Tapi udahlah, biar dielah. Ape die mao bilanglah.
Tertawa saja,
Udah ah, udah dah yang mau diceritain..
See ya next time,
Love,
Ayu :)
Thursday, April 29, 2010
nyablak yahud!
Selamat malam,
Sepertinya saya mulai berniat menjadikan halaman ini sebagai jurnal pribadi saya.
Hahaha
Hari ini, Kamis 29 April 2o1o
Bangun dengan perasaan yg sangat senang, yah walaupun agak sedikit pusing.
Hari ini band yg bernama MACHYNE yg terbentuk semenjak masa SMP menginjakkan kaki ke tahun ketiga.
Belom2 mandi aku udah ngsmsin teman2 personel band.
Isinya,
"happy MACHYNE 3rd birthday!! :D"
Simpel, tp yah semoga bermakna..
Satu2 mereka membalas pesan itu dan mengucap balik..
Ada juga yg usul buat celebrate this anniversarry..
Whua! Semangat kalo uda gini nih. Biasanya bakalan karokean sampe serak karna kami semua punya impian terpendam; "jadi VOKALIS" Hahha
selesai mandi sekitar jam o6:2o.
langsung kemas-kemas, pakai baju, nunggu papa mandi, jam o6:5o turun dari rumah.
nyampe ke sekolah ketemu Tiara, dy nanya,
"Bawa ndak?"
"Bawa!"jawabku. Kami masuk ke kelas.
Langsung bongkar jualannya si Anto, lapar!!
Pas buka, hmmmmm, aroma risoles dan bakwan menyeruak masuk ke hidungku, sluurp!
Setelah 4 kue itu lenyap terrtelan, belum lama Bu Endang, Guru Sejarah datang.
Cuap cuap sebentar, ngasih tugas dan pergi setelahnya. Ada urusan yg harus dikerjakan karena pejabat pendidikan akan menggunakan sekolah kami untuk rapat, katanya. Karena pagi itu aku merasa senang, jadilah aku dengan semangat mengerjakan soal dari Ibu. Teman teman yg lain? Wah, jangan tanya, mereka milih untuk ngumpulin minggu depan, karena kebetulan tugasnya juga lumayan banyak.Ternyata, *jeng jeng* memang banyak! Satu lembar kertas buku tulis panjang untuk satu nomor! Waaaaaaah!! Sampai nomor kedua, jari jari kanan saya minta istirahat. Andaikan bisa menulis pakai tangan kiri*wondering*
Gak sabar nunggu istirahat! Mau buruan ke IPS 1, kelas Westi.
Teng teng!
Bel!
Aku setengah berlari keluar kelas. Oiya, Tiara tadi keluar sebentar, ikut gladi resik di Kantor Gubernur untuk Upacara Hardiknas. Jadi nanti dia nyusul aku sama Westi. Datang datang aku ke kelas Westi, dia langsung senyum jail*gak biasanya*. Ngobrol bentar sama Beate, teman sebangkunya, dia berkejar keluar kelas. Liat muka aku dia langsung ketawa tawa, ketawa berdua maksudnya. Apakah kamu tega membiarkan temanmu tertawa sendiri di selasar pada jam istirahat? Tidak bukan? Jadi aku ikut tertawa, nemenin.
Di Kantin,
Ramai sekali, kayak ada pengalihan tempat pengungsian banjir mana gitu. Sumpah I Love You! Benar benar ramai! Mendesak desak, aku sama Westi menuju Kantin Bu Emy. Kantin di sekolahku ada tiga, satu jauh dibelakang sekolah, dekat IPA 3, kelasku. Dua ya di daerah ini, Kantin Bu Ema dan Kantin Bu Emy. *macam kembar dua emak itu dibuatkannye.*Haha. Balik ke aku dan Westi, kami memesan dua mangkuk Mi Kari instan yang disiram pakai kuah kaldu. Belum lama Tiara datang. Marah marah. Dia bilang dia nyusul ke kelas Westi setelah bertemu dengan Reza di Kantin Bu Dimo, eh kata sapee gitu yg di kelas, Westinya di Kantin. Wajar sih dia marah marah. Dia juga makan akhirnya, capek kali ya merepek? Haha. Aku dan Westi yg sudah jadi pesanannya memesan segelas akua dan Es Segarsari Orkes dan mencari bangku kosong. Untung ndak sesak lagi, batinku.
Teng teng!
Bel masuk berbunyi. Ih, karena mati lampu bunyi belnya jadi sedikit elit, kataku. Daripada bunyian kayak mamang keripik. Tapi kadang lucu jugalah, kadang jadi penghibur hati juga. Haha. Kami bergegas makan. Sebelum ke kelas, kami ke parkiran, mau nyari motor Tiara. Haha. Udahlah nda usah diceritakan bagian yang ini. Bakalan fenomenal.
Sepanjang jam keempat sampai kedelapan, guru ogahan ngajar. Mungkin udah bosan setaunan liat wajah siswa yang udah diteriakin gak ngerti ngerti sama pelajaran yang mereka ajarkan. Gurunya masuk bentar, belum lama keluar lagi. Yang ada urusan sama orang tua murid lah, tidak enak badanlah, nah bagian yang paling menyenangkan, jam Fisika benar benar kosong! Tidak disambangi guru sama sekali. Mantap! Satu kelas nih, pada main kartu. Terbagi empat kelompok perkartuan. Aku bergabung bersama kelompok Juno, Agung, Niar dan Arfi. Main empat-satu dengan 52 kartu dan 5 pemain. Gila!
Sampai jam pulang, terus main, sampai aku kalah terus dan bosan.
Pulang sekolah di jemput papa yang ngajain makan siang diluar *tumben*. Tadi pas lagi nunggu papa, Westi sms,
"elu dmn?"
"di hall. np?"
"plg sm gua yuk. tmenin beli kaset."
"gw uda plg sm bokap. mw mkn siang di luar. sory yank.."
Eh, pas lagi muter mau ke Gajah Mada sm papa ketemu sm Westi. Ahh.
Di tempat Les,
Ini sebenarnya yg mauu aku ceritain..
Haha
Jadi, les..
Iya, les.
Tunggu ah.
Les mulai jam 3 teng, tapi karena aku pergi sama Niar dan dia itu superlelet, jadilah aku harus mengorbankan sekitar 15 menit waktu les untuk menunggui dia di rumah. Datang datang, kita ke CS di bagian depan tempat les, ngabsen. Trus sekalian nanyain tuh jadwal kelas malam. Eh, rupanya keals malam penuh! Kesal eh! Awas yak Handy tuhh! Kesal dibuatnye! Die bilang masih ade kursi kosong! Oke, pelajaran! Jangan nayain hal penting yang sifatnya benar benar PENTING sama orang penting kayak Handy! Karena hanya mengecewakan!
Masuk ke kelas,
Niar langsung ngambil posisi biasa aku duduk, karena lagi malas betekak kate orang Pontianak, aku milih duduk di sampingnya yang notabene lebih dekat dengan si itu. Ih. Pelajaran sore ini, Bahasa Indonesia. Cuma bahas bahas soal gak penting, sooooo aku langsung pasang headset dan memilih ngerjain soal dengan menyetel sampai full volume biar gak bisa dengar apapun, yah meminimalisir rasa sakit dari diri sendirilah. Haha. Ribut*seharusnya* tapi gak kedengaran sama aku.
Belum lama, teringat sama Erian yang minta info pendaftaran kelas aksel, CI di sekolahku. Ade, adiknya mau didaftarkan disana. Aku menoleh ke kanan,
"Yan, Ade udah di daftarin?" tanyaku.
"Belom. Tapi udah aku bilang dah. Sampai kapan, Yu?"
"Besok kan terakhir? Yang aku bilang kemarin tuh?" tanyaku menjurus pada sms yang kukirimkan beberapa hari yang lalu.
"Hah? Masa?"
"Alah, Yan, sori." sambungnya dari kursi belakang.
"Ndak eh kate kau bla bla bla" protes Erian.
Sial! Rutuk aku dalam hati. Ndak bisa apa ya liat orang senang dikit? Aku tuh risau ye dia ikut ikut ngomong. Arrggh.
"Tu lah kemaren akan bla bla bla bla bla...." lanjutnya membela diri. Pada saat bersamaan, mau tau apa yang aku lakukan? Aku ngomong sama Niar,
"Nye nye nye nye nnye..." ejekku sambil memasang ekspresi mendukung kepada Niar. Dan kalian tau apa? Seisi kelas mendengarkan ocehan ga jelasku itu. Semua tertawa dan dia menoleh padaku, memandang takjub!
Duhh, jadi gak enak pikirku. Tapi udahlah, biar dielah. Ape die mao bilang, bilanglah.
Tertawa saja,
Udah ah, udah dah yang mau diceritain..
See ya next time,
Love,
Ayu :)
Subscribe to:
Comments (Atom)