"Kembar ya?" tanya Kasir di kassa 2 kepada Diandra dan Tata yang sedang menunggu giliran mereka di Kassa 1.
"Bukan.." jawab Tata senyum-senyum. Kasir itu membuang rasa penasarannya dengan melanjutkan kewajibannya menyelesaikan antrian.
"Ini, kamu yang bayar." Tata memberikan dompetnya kepada Diandra.
"Sini." kata Diandra sambil mengambil dompet dari tangan Tata. "Berapa Mas?" tanyanya.
"Empat puluh tujuh ratus rupiah.." jawabnya sambil senyum-senyum melihat Diandra dan Tata. Dilihatnya lekat. Serupa.
"Ini ya, Mas.." Diandra mengangsurkan selembar lima puluh ribuan ke meja kasir.
"Mbak, kembar kan!" masih penasaran, kasir tadi bertanya lagi setelah selesai melayani pelanggan yang baru saja membawa nampannya pergi.
"Iya Mbak.." jawab Diandra menoleh dari ponselnya.
"Tuh kan!" sahutnya puas sambil menjentikkan jari.
"Yang mana yang kakak?" tanya kasir yang sedang melayani mereka sambil memberikan uang kembalian.
"Pasti yang ini.." tunjuk kasir di sebelahnya pada Diandra.
"Hehe tau aja." jawab Diandra sekenanya sambil menahan tawanya.
"Iya, dia kakaknya.." Tata masih menahan tawa sambil melirik usil ke arah Diandra. Belum lama setelah itu nampan berisi pesanan mereka siap dan diletakkan diatas meja kasir. Setelah mengucapkan terima kasih mereka pergi membawa nampan ke meja makan.
"Mbak kembar!" mereka menoleh, kasir yang pertama memanggil mereka. "Sering-sering makan disini ya!" ucapnya.
"Ah, asal ada gratisan aja Mas." sahut Tata lalu tertawa. Mereka bukan kembar.
facebook, Friday, 22 October 2010 at 20:10
No comments:
Post a Comment
Turn Your Words Become Strawberry Juice!