Tuesday, July 19, 2011

how can I give this a title is

Nyambung gak dihargai, sekalinya dihargai malah gak nyambung..
Kira-kira gitu deh isi tweet gue barusan.
*eh, gue? *noyordirisendiri*
Iya deh, pake 'aku'.. :(
Tadi kan di twitter sempat nulis gitu yah, soalnya ngerasa aja.. Ya sebenarnya lebih ke rasa gak bersyukur aja kali yah? Gak legowo..
Seharusnya kan bisa nerimo sesuatu apo adonyo..
Eh tapi sumpah seru loh pake 'gue'.. T.T
Gak papa lah ya? Pake 'gue'?
Cuma di posan kali iniiii ajaa, please?
gak janji sama yang diatas
Sip yaudah pake 'gue' ajah wkwk
Jadi tuh ya, gue ngerasa gitu aja. Sama orang-orang deket ya digituin, sekalinya sama orang gak deket dibaikin. Bingung gue.. Apa gue ini setan yang bergaul dengan setan lain lalu yang lainnya adalah malaikat? Atau orang-orang dekat yang gue anggap malaikat itu cuma pura-pura? Atau gimana sih..
Gue suka putih, tapi bukan yang dikasi corak supaya tambah lucu. Menurut gue dengan putih gitu aja udah manis (menurut gue).. Gue juga suka hitam, tapi bukan hitam yang bisa ngebawa ikutan hitam karena lunturan..
Auk ah.. Bingung sendiri gue -___-
Sementara ini gue masih asik sama diri gue yang -yah- gini. Meskipun gampang banget terikut arus kuat, tapi gue sedang belajar berenang kok untuk melawan arusnya. Ya, siapa tau aja sewaktu-waktu gue butuh skill yang satu ini untuk mempertahankan prinsip yang gue pegang.
Gue juga kadang suka kesal yah sama diri sendiri. Kok gak bisanya nolak nolong orang? Padahal diri sendiri lagi butuh pertolongan.
Baiknya, gue suka mempositifkan suatu yang negatif. Tapi buruknya, kadang yang positif gue jadiin negatif. Jadi kadang-kadang ketika ada yang mengguraui malah gue anggap menggurui dan gak gue bisa terima. Jadinya malah salah paham. Untungnya sih jarang berkepanjangan soalnya langsung gue positifkan lagi.. Terkecuali ya untuk beberapa hal yang sifatnya prinsipil dan sulit diubah(maksudnya, arah pemikiran gue sendiri)
Sebenarnya untuk diajak berunding dan bermusyawarah gue gak terlalu sulit, apalagi untuk orang-orang yang tau gimana caranya membuat agar menjadi kooperatif. Namun sayang hanya beberapa yang bisa. Baguslah.
Memang lidah tak bertulang. Kadang yang tidak pernah terpikirkan pun bisa terkeluar begitu saja dari mulut. Itu yang kadang membuat orang sering kalah. Entah kalah atau mengalah :D
Pastinya jikapun membaca ini kita sama taulah ya perempuan jauh lebih andal berbicara daripada laki-laki. Namun sebaliknya laki-laki jago sekali dalam urusan mengintimidasi. Dan jujur gue 'kalah' kalo diharuskan berhadapan dengan orang-orang yang gue anggap berindikasi untuk mengintimidasi ini. Males. Kayak ngomong sama anak kecil umur 2 tahun. 'Ah uh ah uh' omongannya.
Kadang jauh dari realistis. Terlalu mendramatisir.
Lebay.
Gue pastinya suka sama laki-laki yang gak mengintimidasi lah.. Takut juga ikutan terlibat kasus pelecehan secara mental ini di pengadilan. Mau sama laki-laki sakit jiwa?
Gue mah ogah..
;)

Ayu

No comments:

Post a Comment

Turn Your Words Become Strawberry Juice!