20 tahun yang lalu.
'Jangan sembunyikan Aki...' raung seorang anak kecil yang akan berusia 2 tahun dalam hitungan dua bulan ke depan. Ia menangis, sambil dipangku ibunya yang juga terisak di ruang tamu yang dipenuhi banyak orang. 'Ma, kenapa aki ayu disembunyikaaannn?', tangisnya panik seakan tidak ada yang mendengarkan kalau ia khawatir wajah akinya ditutup kain putih, kain kafan.
#
Iya. Anak kecil itu aku, 20 tahun lalu. Ketika aki, ayah dari papa kembali ke pangkuan Allah. Membuka jalan bagi kami untuk terlebih dahulu menuju surga-Nya.
Kalau aki masih hidup, hari ini adalah hari dimana aki mengenang masa lahirnya.
Kalau aki masih hidup, aku tau aku akan tidak akan pura-pura lupa kalau aki ingin ditelpon hari ini.
Kalau aki masih hidup, aku separuh yakin kalau aku yang akan menerima kado bukan sebaliknya.
Kalau aki masih hidup, aku merasa lebih dari yakin kalau aki bangga memiliki cucu seperti aku dan adik-adik serta saudara sepupu.
Tapi kalau aki masih hidup, tentu semuanya tidaklah sama. Sudah menjadi keyakinanku, apabila Alah berkehendak maka inilah yang paling baik.
Maafkan jika hari ini membuatku berandai-andai untuk menemui aki yang sosoknya tidak pernah terekam jelas di memori, kenangan bersamanya hanya sekilas dan sebagiannya mungkin hasil imajinasiku dari cerita mama, papa, nenek, om, tante tentang euforia kedekatan aki dengan cucu pertama.
Aki, semoga 3 hal yang tidak terputus ketika seorang menghadapi kematian terus terjalin untuk tabungan amal aki. Doakan ayu bisa ikut andil dalam menyukseskan jalan aki ke surga Allah, semoga Allah izinkan ayu bermain dan berdiskusi dengan aki, nanti. Btw, dalam hidup ayu hanya aki yang belum pernah ayu ajak berdiskusi :'(
Semoga aki tenang-tenang aja ya nunggu sampai kami nyusul dan kita dibangkitkan lagi :)
Aminn
Monday, April 28, 2014
28 April
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Turn Your Words Become Strawberry Juice!