Yes, it was. Eventhough I'm not the luckiest I have to say that I'm lucky. I have a great couple of parents, annoying sister-brother and I'm living in His great creature world.
Tadi pagi, aku bareng sama kelompok agamaku ngelaksanain bakti sosial di Panti Asuhan dan Pesantren Mu'tasim Billah, tepatnya di Jalan Purnama Ujung.. It was an awesome moments! Aku ngerasa sangaaaaaaaat beruntung masih ada orang tua, lengkap. Adik-adik yang even mereke suka bikin kesal tapi ngangenin. Aku masih bisa makan enak, aku masih bisa sekolah, aku bisa punya barang-barang yang aku mau, aku tinggal minta apa yang aku butuhkan. Benar-benar jauh dari kehidupan mereka disana.
Mereka anak-anak yatim yang terkumpul dari berbagai daerah pelosok di Kalimantan Barat ini, dari beberapa daerah yang belum pernah aku dengar namanya sebelum ini, that's why I said pelosok.. Hehe. Mereka gak punya orang tua, orang tua men! Kalau bagi aku gak punya orang tua itu berarti gak ada manja-manjaan lagi, gak ada minta jatah tambahan untuk uang jajan, gak bisa minta tambahan uang pulsa, bahkan mungkin gak bisa sekolah kayak sekarang.
Subhanallahnya mereka futuristik, I love it! Mereka punya mimpi, gak muluk-muluk sih, tapi mulia. Dari 10 orang adik-adik yang kelompoknya bareng aku, delapan yang laki-lakinya pada bercita-cita menjadi Ustadz, Ulama bahkan Da'i. Emm urutannya benar gak sih? Terus ada lagi 2 yang perempuan, yang satunya mau jadi guru and guess what? yup! Satunya lagi mau jadi dokter.. Amin :)
Pas tadi lagi disana seru banget, aku gak berhenti senyum sama mereka, karena aku pikir aku gak bisa ngasih apa-apa lagi selain hanya senyum aku yang manis itu *eh hahaha gak maksud narsis loh ya.. Memang lain sih sikonnya tadi sama yang waktu di SLB, itu benar-benarlah, ndak tahan sekali buat nahan air mata. Jadi ingat kadang-kadang aku suka lupa bersyukur, padahal masih dikasih kemampuan indra paket lengkap. Memang kadang-kadang manusia suka lupa bersyukur.
Aku juga sempat iseng nanyain mereka makan berapa kali sehari. Mereka makan 3 kali sehari sih katanya. Pagi, siang sama ba'da isya. Ya siapa tau aja kan kayak waktu yang di Lapas Anak waktu itu.. Yaudahlah..
Aku cuma bisa pesan sedikit tadi sama mereka untuk menjaga kebersihan badan mereka, untuk yang kami ajarkan diajarin lagi ke teman-teman yang lain yang gak ikut dan bermimpi. Ya, aku nyuruh mereka untuk bermimpi! Aku yang umur segini baru tau kalau kita yang hari ini dalah mimpi kita di masa lalu, jadi untuk mecapai kita yang lebih baik di masa depan kita memang harus bermimpi hari ini. Jadi ya aku pikir makin awal kita tau itu akan lebih bekerja efektif menjadi sugesti dan motivasi. Aku juga jadi so sweet banget tadi, aku bilang; 'Jangan takut bermimpi ya adek-adek, karena kalau bermimpi aja kita udah takut gimana cita-cita kita bisa kesampaian?'
Sorenya aku nyeritain yang tadi ke mama. Aku nyeritain, mereka nanyain masa kecil aku. Aku sih langsung terlintas ya mau nyeritain kalau aku punya orang tua dan adik-adik, pergi kemana-mana bareng eh tapi... Skip. Gajadi nyeritain itu.. Aku juga sedikit tau tentang rasa kehilangan dan aku gak mau sampai menyentuh sisi sensitif mereka. Biarlah jadi hanya milik mereka, karena pun gak semua orang mau membagi susahnya. Langsung deh, mama ceramah di telfon. Mama bilang, jangan lupa bersyukur dan bla bla bla. Tapi satu kata yang nancep banget pas diakhir-akhir pembicaraan; "Teteh kalau rindu masih bisa nelfon mama, kalau mereka?" Jleb.
No comments:
Post a Comment
Turn Your Words Become Strawberry Juice!